ilustrasi (dok Solopos)
Kamis, 28 Juli 2011 22:03 WIB Sragen Share :

Harga Sembako merangkak naik

ilustrasi (dok Solopos)

Gemolong (Solopos.com)--Menjelang Bulan Suci Ramadan, sejumlah bahan kebutuhan pokok kembali mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan Espos di Pasar Gemolong dan Pasar Sumberlawang, Kamis (28/7/2011), harga komoditas yang melonjak di antaranya telur, gula pasir, gula merah dan minyak goreng curah.

Salah seorang pedagang sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Gemolong, Sri, 45, mengungkapkan kenaikan sejumlah bahan pokok tersebut terjadi sejak sepekan lalu. Dipaparkan Sri, harga telur saat ini mencapai Rp 15.000 per kg setelah sebelumnya stabil di angka Rp 14.500 per kg. Sementara itu, lanjutnya, harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan Rp 500 menjadi Rp 9.500 per liter. “Menjelang puasa, Sembako memang langganan naik harga. Hal ini akibat permintaan masyarakat yang meningkat, sementara stok bahan pokoknya pas-pasan,” terang Sri.

Lebih lanjut, dirinya memperkirakan kenaikan harga Sembako akan lebih dramatis menjelang Lebaran. Hampir semua bahan pokok, jelasnya, akan mengalami kenaikan harga signifikan. “Saat menjelang lebaran, harga telur terendah saja Rp 15.500 per kg. Selain itu, harga beras dan daging juga dipastikan naik gila-gilaan.”

Salah seorang pedagang di Pasar Sumberlawang, Erna, 35, mengungkapkan sejak sepekan lalu, harga gula pasir dan gula merah mengalami kenaikan walaupun tak signifikan. Diuraikannya, harga gula pasir kini menyentuh angka Rp 9.500 per kg. Untuk gula merah, imbuhnya, per kilogramnya  mencapai Rp 8.500. “Rata-rata mengalami kenaikan Rp 500. Saat puasa, permintaan memang lebih banyak. Tapi biasanya pasokan relatif aman,” ujarnya.

Sementara itu, I’in, 30, pengunjung Pasar Gemolong, mengaku geleng-geleng kepala melihat kenaikan harga sejumlah komoditas pokok menjelang Puasa. Akibatnya, ia harus pintar-pintar mengatur uang belanja agar tidak kebobolan. “Semua harga pada naik. Jadi bingung ngatur uangnya. Walaupun Puasa, kebutuhan Sembako warga kan justru meningkat,” tuturnya.

Ibu rumah tangga asal Ngembatpadas, Gemolong ini berharap otoritas terkait mampu mengendalikan harga sembako agar harganya tak makin mencekik. “Harusnya ada operasi pasar. Dicek apa benar stok Sembako menurun yang bikin harga naik. Jangan-jangan hanya permainan pasar,” tukasnya.

(m99)

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…