Wardoyo Wijaya (dok Solopos) Wardoyo Wijaya (dok Solopos)
Kamis, 28 Juli 2011 21:28 WIB Sukoharjo Share :

Bupati Sukoharjo
Jamkesda hanya pasal karet

Wardoyo Wijaya (dok Solopos)

Sukoharjo (Solopos.com)–Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengaku heran dana Jamkesda habis sebelum saatnya. Meskipun demikian, dia akan mengajukan tambahan anggaran Jamkesda senilai Rp 900 juta dalam APBD Perubahan mendatang.

“Saya heran, kok bisa Jamkesmas malah hanya terserap 7% tapi Jamkesda malah habis. Padahal di awal, Jamkesda hanyalah pasal karet,” katanya kepada wartawan sesaat setelah sidang paripurna di Gedung DPRD Sukoharjo, Kamis (28/7/2011).

Pasal karet itu, terus dia, menempatkan fasilitas Jamkesda untuk mengkaver kebutuhan warga yang belum terfasilitasi Jamkesmas. Bupati menyampaikan pemberlakuan Jemkesda sama halnya pemberian santunan kematian. Dia yakin anggaran Jamkesda tak habis jika pemberlakuannya sesuai ketentuan. Pengalokasian dana Jamkesda sejauh ini dianggap Bupati telah terbalik. “Jadi malah orang mampu, seperti yang naik motor yang mengakses Jamkesda,” imbuhnya.

Dia mengakui ketidaksesuaian pemberlakuan dana itu didukung bocornya pemberian SKTM oleh Lurah, Camat dan Bappeda. Dia menegaskan beberapa pihak itu mestinya melakukan croscek ke lapangan sebelum memberikan rekomendasi SKTM. Ia menambahkan pengajuan penambahan anggaran senilai Rp 900 juta, dikatakan Bupati cukup memenuhi kebutuhan sampai November. Dia menyatakan hal itu telah sesuai kebutuhan RSUD dalam melayani pasien via Jamkesda. Bupati mempertanyakan prosedur penggunaan Jamkesmas dengan dana APBN sehingga memicu warga lebih memilih memakai Jamkesda.

(ovi)

Lowongan Pekerjaan
Lowongan PERSONALIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…