Ilustrasi (Dok.SOLOPOS)
Kamis, 28 Juli 2011 12:10 WIB Ekonomi Share :

BI siapkan uang receh Rp 7,1 triliun

Ilustrasi (Dok.SOLOPOS)

Jakarta (Solopos.com)–Bank Indonesia (BI) akan menyiapkan uang tunai pecahan kecil menyambut bulan Ramadan 1432 H sebesar Rp 7,1 triliun. Uang pecahan kecil tersebut terdiri dari Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1.000 dan uang logam.

Bank sentral telah menyiapkan stok uang sebesar Rp 61,36 triliun untuk membantu likuiditas selama bulan Ramadan 2011. Jumlah tersebut meningkat 12% dibanding bulan Ramdhan tahun 2010 sebesar Rp 54,78 triliun.

“Kami memperkirakan outflow yang keluar dari khazanah kita, diproyeksi sebesar Rp 61,36 triliun naik 12% atau sebesar Rp 6,57 triliun dibanding Rp 54,78 triliun tahun sebelumnya,” ujar Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo dalam konferensi persnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

Bank sentral sudah memperkirakan sejak awal jumlah tersebut, dengan melihat dan mengevaluasi bulan-bulan Ramadan di tahun-tahun sebelumnya.

“Kebutuhan persediaan uang tunai, dalam 3 tahun terakhir kami lihat dan proyeksi, dari sisi moneternya modelnya, juga dari assesment kami,” terangnya.

Dari Rp 61,36 triliun likuiditas yang disiapkan untuk menghadapi persediaan selama Ramadan, sebanyak Rp 54,26 triliun merupakan uang pecahan besar yakni pecahan Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 20.000.

“Sementara uang pecahan kecil yakni pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1000 dan uang logam disiapkan sebesar Rp 7,1 triliun,” katanya.

Uang tersebut sudah disebar melalui Kantor Pusat Bank Indonesia dan Kantor Bank Indonesia. Pada Juli sudah Rp 7,8 triliun dan sebesar Rp 16,5 triliun pada Agustus 2011 akan didistribusikan lagi.

“Ini butuh perhitungan logistik yang akurat, penyebarannya sendiri itu melalui transportasi darat, laut dan pesawat terbang, dan juga melakukan kerja sama dengan perbankan,” tambah Ardhayadi.

(Detikcom/nad)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…