Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Rabu, 27 Juli 2011 04:14 WIB Sukoharjo Share :

Tempat hiburan umum dilarang beroperasi

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Sukoharjo (Solopos.com)–Pemkab Sukoharjo melarang pengusaha hiburan umum di wilayah setempat membuka kegiatan usaha selama tujuh hari awal dan tujuh hari akhir bulan Ramadan. Hal itu dalam rangka menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sukoharjo No 556/5374/2011 yang ditandatangani Wakil Bupati (Wabup) Haryanto. Edaran yang ditujukan kepada para pengusaha hiburan umum dan pemilik restauran atau rumah makan itu mengatur ketentuan operasional tempat hiburan umum, restauran, dan rumah makan selama berlangsungnya Ramadan 1432 H.

“Dalam rangka menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, kami mengimbau pengusaha hiburan umum tidak melakukan kegiatan usaha pada tujuh hari awal bulan Ramadan dan tujuh hari akhir bulan Ramadan,” demikian salah satu poin yang tertuang dalam salinan SE yang diperoleh Espos, Selasa (26/7/2011).

Disebutkan, ketentuan itu menindaklanjuti Surat gubernur Jawa Tenga Nomor 300/13667 tertanggal 15 Juli 2011. Sedangkan di luar waktu-waktu yang telah disebutkan, tempat-tempat hiburan malam seperti cafe, pub, diskotik hanya diperbolehkan membuka pelayanan selama dua jam antara pukul 22.00 WIB – 24.00 WIB.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (POPK), Sri Joko Indarto, menyatakan pihaknya langsung menyebarluaskan SE kepada pihak-pihak terkait setelah ditandatangani oleh Wakil Bupati. Dia juga menegaskan Pemkab akan memantau pelaksanaan SE agar tidak terjadi pelanggaran yang mengganggu kekusyukan ibadah puasa umat Islam.

“Terkait upaya menjaga kondusivitas selama Ramadan, ada dua edaran yang disampaikan. Satu edaran untuk pengusaha hiburan, restauran dan rumah makan, serta satu edaran lagi untuk camat,” ujarnya ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (26/7/2011).

(try)

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…