Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Rabu, 27 Juli 2011 15:16 WIB Solo Share :

Railbus Batara Kresna kembali dikandangkan

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)–Railbus Batara Kresna kembali masuk kandang alias belum bisa beroperasi, Rabu (27/7/2011), menyusul belum adanya kepastian tarif penumpang.

Di sisi lain Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) meminta tarif railbus terjangkau masyarakat semua kalangan. Menurut Walikota yang santer digadang-gadang menjadi Gubernur Jateng dan DKI Jakarta itu tarif railbus idealnya Rp 3.000 hingga Rp 4.000. Batas maksimal tarif railbus Rp 5.000 hingga Rp 6.000.

Penjelasan itu disampaikan Walikota saat ditemui wartawan di Loji Gandrung Rabu siang. “Menurut saya Batara Kresna lebih kepada pelayanan masyarakat, jangan terlalu komersil,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan dalam waktu dekat akan membahas tarif Batara Kresna bersama PT Kereta Api (KA) selaku pengoperasional railbus. Termasuk membahas kalkulasi angka tarif Rp 30.000 yang disampaikan Kepala Humas PT KA Daops VI Jogjakarta, Eko Budiyanto. Hanya saja waktu pertemuan belum dapat dipastikan.

Menurut Walikota seharusnya tarif Batara Kresna tidak terlalu jauh dari tarif KA feeder Solo-Sukoharjo-Wonogiri yang hanya Rp 3.000. “Bila Rp 30.000 ya mahal sekali, yang mau naik siapa,” imbuhnya.

Jokowi menegaskan pengadaan railbus merupakan bagian upaya Pemkot menyediakan media transportasi massal kota. Tujuannya mengantisipasi ancaman kemacetan yang diperkirakan terjadi di Kota Bengawan sekitar 30 tahun yang akan datang.

Selain railbus Pemkot memastikan alat transportasi kereta api dalam kota atau trem juga bakal beroperasi tahun depan. Trem bakal beroperasi di jalur-jalur kereta yang sudah ada ditambah jalur baru menghubungkan Stasiun Sangkrah, Pasar Kliwon menuju Stasiun Jebres.

“Saat ini railbus Batara Kresna disimpan di garasi PT KA karena belum beroperasi,” terang Walikota.

(kur)

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…