DESA VOKASI—Sejumlah peserta mengikuti pembukaan pelatihan pembuatan roti di Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari, yang telah ditetapkan sebagai desa vokasi di Balaidesa setempat, Rabu (27/7). DESA VOKASI—Sejumlah peserta mengikuti pembukaan pelatihan pembuatan roti di Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari, yang telah ditetapkan sebagai desa vokasi di Balaidesa setempat, Rabu (27/7).
Rabu, 27 Juli 2011 15:04 WIB Boyolali Share :

Pulutan, Boyolali, dijadikan desa vokasi, puluhan warga dilatih keterampilan

Boyolali (Solopos.com) – Sebanyak 35 warga Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari, Boyolali, yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga, Rabu (27/7/2011), mengikuti pelatihan pembuatan roti untuk pengembangan usaha rumah tangga yang digelar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Simo. Kegiatan yang dilaksanakan di Balaidesa setempat tersebut akan berlangsung selama empat bulan.

DESA VOKASI -- Sejumlah peserta mengikuti pembukaan pelatihan pembuatan roti di Balai Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Rabu (27/7/2011). (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)

Kepala UPT SKB Simo, Cipto Utomo mengatakan dipilihnya Pulutan sebagai desa vokasi itu setelah dilakukan serangkaian pengecekan dan kajian yang dilakukannya, terutama terhadap warga yang ingin mengembangkan usaha. “Selama ini Pulutan sudah dikenal sebagai sentra pembuatan kerupuk. Terlebih warga juga ingin mengembangkan usaha lain, sehingga kami memilih Pulutan untuk pengembangan pembuatan roti,” ujarnya kepada Espos.

Dijelaskan Cipto, adanya kegiatan pembuatan roti dan penetapan desa vokasi itu juga sebagai realisasi atas pengajuan proposal yang ditelah dilakukan sebelumnya. Anggaran pelatihan itu, imbuh Cipto, berasal dari dana block grant 2011 Kemendiknas sebesar Rp 35 juta. “Pelatihan itu diharapkan mampu untuk mengembangkan potensi lokal yang ada sehingga bisa dimanfaatkan warga sebagai usaha baru dan menghasilkan keuntungan,” papar dia. Cipto menjelaskan setelah adanya pelatihan itu, nantinya pihak SKB akan menyusun kurikulum, silabus dan modul buku ajar dari pelatihan tersebut. Sehingga, dengan adanya kurikulum itu diharapkan bisa menjadi patokan dalam kegiatan serupa. Selain itu, dengan adanya kurikulum itu nantinya bisa lebih seragam dan bisa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Sementara, Kades Pulutan, Suyitno, mengatakan dengan adanya pelatihan itu diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru bagi warganya dan bisa dikembangkan sebagai usaha warga serta menghasilkan keuntungan.

fid

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…