Rabu, 27 Juli 2011 16:54 WIB Ekonomi Share :

Penyelesaian utang AS belum jelas, nilai rupiah ikut terkerek

Jakarta (Solopos.com) — Mata uang dolar AS melemah terhadap mata uang regional lainnya termasuk rupiah. Hal ini dipicu oleh pesimisme penyelesaian utang pemerintah AS yang belum menemui jalan terang.

Nilai tukar rupiah pada Rabu (27/7/2011) sore terhadap dolar AS naik 13 poin menjadi Rp 8.487 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya senilai Rp 8.500. Analis Monex Investindo Futures, Johannes Ginting di Jakarta, Rabu mengatakan, dollar AS tertekan pada hari Rabu seiring pembahasan kenaikan plafon hutang AS yang masih menemui jalan buntu. “Pembahasan yang masih menemui jalan buntu meningkatkan kekhawatiran ‘default’ dan mengikis daya tarik. Mata uang AS terkoreksi terhadap franc Swiss, yen serta dengan mata uang lainnya,” kata dia.

Ia mengatakan, kegagalan untuk menaikkan plafon hutang AS sebelum tenggat waktu dua Agustus akan memukul perekonomian dan memicu aksi jual dollar AS dan mengikis statusnya sebagai mata uang safe haven. “Dollar AS sedang dalam masalah dan akan melemah setiap harinya sampai ada solusi. Ada kemungkinan lembaga pemeringkat S&P akan menurunkan rating hutang AS jika tidak cepat diperbaiki,” kata dia.

Analis valuta asing Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan, krisis yang terjadi di AS menguatkan mata uang regional lainnya termasuk mata uang dalam negeri terhadap mata uang dolar AS. “Perdebatan antara pemerintah AS dengan kongres terus memanas, sehingga melemahkan mata uangnya,” kata dia. Ia mengatakan, perdebatan nampaknya menuju pada titik kritis kebuntuan, tetapi pasar obligasi AS masih menunjukkan arah kenaikan harga. “Investor tidak bereaksi secara berlebihan dengan tensi politik ini. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun lagi menjadi 2,95 persen pada perdagangan kemarin sebagai indikasi masih tingginya permintaan,” katanya.

Sementara, kurs tengah Bank Indonesia mata uang rupiah mengalami penguatan ke level Rp 8.489 dibanding posisi sebelumnya di posisi Rp 8.521.

JIBI/SOLOPOS/Ant

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…