Soedarmono (Dok. SOLOPOS)
Rabu, 27 Juli 2011 14:14 WIB Solo Share :

"Identifikasi konsultan sangat banyak belum masuk daftar"

Soedarmono (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)–Nominator anggota tim ahli cagar budaya atau heritage bentukan Pemkot Solo, Soedarmono menilai daftar heritage hasil inventarisasi tim konsultan Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) ibarat jauh panggang dari api.

54 Heritage baru hasil inventarisasi tim konsultan dinilai baru mencakup sebagian kecil saja cagara budaya di Kota Bengawan. Menyikapi kondisi itu Soedarmono meminta Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan para lurah mendata seluruh heritage di wilayah masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) itu saat ditemui wartawan di Kompleks Balikota Solo, Rabu (27/7/2011). “Apa itu hasil identifikasi konsultan, sangat banyak yang belum masuk daftar. Saya belum percaya 100 persen kajian konsultan,” katanya.

Soedarmono menjelaskan setelah identifikasi cagar budaya harus diikuti dengan pemasangan tanda berupa kuningan. Nantinya tim ahli bergerak atas hasil identifikasi para lurah. Menurut dia ada tiga kategori heritage mulai dari benda cagar budaya, kawasan cagar budaya dan situs cagar budaya.

Dia memperkirakan proses pengkajian heritage di Solo bakal memakan waktu intensif sekitar satu bulan. “Saya belum dihubungi pihak Pemkot tapi sangat sanggup bila diminta masuk tim pengkaji,” imbuhnya.

(kur)

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…