Seorang warga di Karanganyar menunjukkan komposter atau alat pembuat kompos yang masih belum dimanfaatkan warga sekitar secara maksimal. (Farid Syafrodhi)
Selasa, 26 Juli 2011 11:05 WIB Karanganyar Share :

Warga Karanganyar belum manfaatkan komposter

Seorang warga di Karanganyar menunjukkan komposter atau alat pembuat kompos yang masih belum dimanfaatkan warga sekitar secara maksimal. (Farid Syafrodhi)

Karanganyar (Solopos.com)–Sejumlah warga di Karanganyar belum memanfaatkan komposter atau alat pembuat kompos yang diberikan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar, secara maksimal.

Banyak warga belum memanfaatkan alat tersebut karena tidak mengetahui bagaimana menggunakannya. Salah satu warga, Parti, mengaku belum pernah memasukkan sampah organik ke komposter. “Saat ini masih menggunakan tempat sampah sendiri, karena tidak tahu cara penggunakannya bagaimana,” ujar Parti saat ditemui Espos, selagi membersihkan halaman rumahnya di Dompon, Kelurahan Jungke, Karanganyar, Senin (25/7/2011).

Ia dan sejumlah warga setempat mendapatkan tong komposter tersebut dari kelurahan setempat, sekitar sebulan yang lalu. Namun hingga kini, tong tersebut masih kosong tidak terisi. Beberapa tong komposter yang berada di lingkungan tersebut juga terlihat masih kosong.

Beberapa warga masih membuang sampah organik maupun non organik, ke tempat sampah konvensional. Menurut Parti, sebelum memasukkan sampah ke tong komposter, sampah-sampah organik seperti dedaunan kering, terlebih dahulu harus dirajang. Proses tersebut, nilainya, sangat ribet.

Sementara itu, Kepala BLH Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan, sebanyak 175 komposter sudah dibagikan ke beberapa kantor SKPD, sebagian sekolah dan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan. Tujuan dari pemberian komposter itu yakni untuk mengolah kembali sampah yang terbuang, menjadi bahan yang lebih berguna, yakni pupuk kompos.  Pihaknya juga mengklaim sudah mensosialisasikan cara pembuatan kompos ke masyarakat.

“Di Pasar Jungke, Pasar Tegalgede dan Pasar Tawangmangu juga sudah dipasangi komposter. Sampah itu bisa dimanfaatkan oleh petugas kebersihan untuk memupuk tanaman,” ujarnya.  Pemberian komposter itu juga sebagai wujud peningkatan kebersihan di wilayah kota.

(fas)

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…