Selasa, 26 Juli 2011 15:57 WIB Ah Tenane Share :

Tiwas njawil

Jon Koplo dan Lady Cempluk adalah pasangan pengantin baru yang tinggal di rumah orangtua Cempluk di Kartasura. Untuk menyenangkan hati mertua sekaligus memperteduh halaman rumah, Jon Koplo berniat menanami halaman rumah itu dengan tanaman anggur.

Suatu akhir pekan, pasangan muda ini pun meluncur ke Pasar Nongko Solo untuk membeli bibit tanaman anggur yang diinginkan. Setelah milang-miling, dengan PD-nya Koplo dan Cempluk memasuki sebuah kios yang cukup ramai pembeli. Koplo langsung masuk ke dalam, sementara Cempluk asyik mengamati tanaman bunga. Ketika melihat seorang bapak-bapak setengah baya yang sedang mengamati beberapa tanaman di rak dengan serius, Koplo pun mendekat sambil bertanya, “Pak, apa di sini sedia bibit tanaman anggur?” tanyanya. Yang ditanya diam saja karena merasa tak ada urusan.

Ditakoni kok mbudheg!” batin Koplo keki karena merasa dicuekin. Ia pun mendekat lalu njawil bapak tersebut. “Pak, Pak…! Di sini ada bibit anggur apa tidak?” tanyanya lebih keras.
Yang dijawil menoleh, lalu menjawab dengan kalem, “Maaf, saya juga pembeli, Mas!”

Mak prempeng, Koplo jadi malu saknalika, sementara beberapa orang di situ pada cekikikan menertawakannya. Karena merasa kisinan, Koplo pun segera menyeret tangan istrinya, keluar dari kios dengan tergesa-gesa.

“Kok nggak jadi beli, Mas?” tanya Cempluk yang langsung dijawab Jon Koplo, “Ssst, mengko tak critani…!

Wulantin Kurnia Noviyanti, Pucangan RT 3/RW XII Kartasura, Sukoharjo.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…