Cherry Ann Panaligan Calaud (Dok. SOLOPOS) Cherry Ann Panaligan Calaud (Dok. SOLOPOS)
Selasa, 26 Juli 2011 18:10 WIB Boyolali Share :

Sidang Cherry Ann kembali ditunda

Cherry Ann Panaligan Calaud (Dok. SOLOPOS)

Boyolali (Solopos.com)–Sidang lanjutan kasus penyelundupan heroin dengan terdakwa Cherry Ann Calaud, 26, warga negara Filipina kembali ditunda.

Ditundanya sidang ini karena materi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap. Alhasil, sidang dengan agenda tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali Selasa (26/7/2011) ditunda pekan depan.

Penundaan agenda tak ayal membuat terdakwa stres. Perempuan 26 tahun itu ingin segera mengetahui tuntutan terhadapnya di meja hijau.

“Kenapa harus ditunda. Ini terlalu lama. Saya ingin segera bebas dan kembali ke Filipina,” tuturnya kepada wartawan seusai persidangan.

Sementara itu, JPU, Saptanti Lastari beralasan belum siap dengan materi tuntutannya. “Banyak materi yuridis yang dengan jeli harus diperhatikan. Selain itu, kami harus mencermati dalam menyusun tuntutan. Kami minta waktu sepekan lagi,” paparnya.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Joko Mardianto menegaskan kepada majelis hakim agar JPU konsisten. Penundaan  beberapa kali ini membuat kliennya mengalami tekanan tersendiri.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, terdakwa Cherry Ann didakwa pasal berlapis yaitu Pasal 112 ayat 1, Pasal 113 (2) dan 114 UU no 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan maksimal hukuman mati.

Perempuan Filipina ini ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Internasional Adi Soemarmo pada 3 April lalu. Ia tertangkap tangan menyelundupkan heroin di dalam travel bag.

(rid)

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…