Ilustrasi
Selasa, 26 Juli 2011 13:48 WIB Klaten Share :

Pemalsuan segel tabung gas elpiji disinyalir marak

Ilustrasi

Klaten (Solopos.com)–Praktik pemalsuan segel seal atau tutup tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram disinyalir marak terjadi di Kabupaten Klaten.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Sri Sumanta mengatakan, praktik pemalsuan seal itu memudahkan masuknya tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram dari luar daerah ke kawasan perbatasan di Klaten.

Sebenarnya warna segel seal tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram dari Klaten berwarna kuning dan biru. Akan tetapi, di kawasan perbatasan seperti Tulung, Kemalang, Juwiring, Cawas, dan lain-lain ditemukan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram dengan warna lain. Dia menyinyalir, telah terjadi praktik pemalsuan segel seal tabung gas elpiji yang mempermudah masuknya pasokan tabung gas elpiji dari luar rayon atau daerah.

“Kami sudah mendapati laporan adanya praktik pemalsuan seal itu. Namun kami belum melakukan pengecekan di lapangan. Tentu tidak mudah mengungkapnya karena kemungkinan praktik itu dilakukan oleh pengecer tidak resmi,” katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (26/7/2011).

(mkd)

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…