Kombes Listyo Sigit Prabowo (dok Solopos)
Selasa, 26 Juli 2011 11:35 WIB Hukum Share :

Pekat akan ditumpas, peredaran Upal diwaspadai

Kombes Listyo Sigit Prabowo (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)–Jajaran Polresta Solo berkomitmen untuk menumpas segala bentuk Penyakit Masyarakat (Pekat) sekaligus mewaspadai ancaman peredaran Uang Palsu (Upal) seiring semakin dekatnya momentum bulan Ramadan.

Pucuk pimpinan di Polresta Solo sudah membentuk tim khusus untuk melaksanakan instruksi tersebut.  Menurut Kapolresta Solo, Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo trend angka kriminalitas menjelang Ramadan cukup tinggi. Hal ini perlu diwaspadai dengan menyelenggarakan razia rutin di sejumlah lokasi strategis.

Operasi yang mulai dilakukan para anggota, yakni operasi lalu-lintas, operasi Pekat dan terkait street crime.  “Tim sepertinya sudah mulai turun. Lokasi penting yang perlu diawasi ketat, di terminal, stasiun, pusat perbelanjaan. Hal ini kami lakukan untuk memberikan belum lama ini.

Selain itu, lanjut Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo jajarannya juga akan fokus mengawasi ancaman peredaran Upal di Kota Bengawan. Hal ini penting dilakukan lantaran terungkapnya dua kasus peredaran Upal belum lama ini.

“Kami himbau terutama bagi para pedagang di pasar tradisional untuk selalu waspada terhadap Upal. Kalau ada indikasi, silakan laporkan kepada kami. Hal ini perlu diperhatikan karena mobilitas warga bakal meningkat. Kami juga akan kerjasama dengan manajemen  bank di Solo untuk mengawasi hal itu,” katanya.

Dia mengharapkan, momentum bulan Ramadan di Kota Solo dapat dilalui penuh sukacita dan tetap kondusif. Untuk itu, peran serta masyarakat perlu ditingkatkan di masa mendatang.  “Semoga, apa yang akan kami lakukan nanti dapat memberikan efek positif bagi masyarakt di Kota Solo. Kami tak segan untuk menindak tegas terhadap para pelaku tindak kejahatan. Makanya, Pekat, Upal, street crime, termasuk Miras akan kami razia terus nanti,” katanya.

(pso)

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…