Selasa, 26 Juli 2011 10:35 WIB Ekonomi Share :

Distributor tambah stok dua kali lipat

Solo (Solopos.com)–Kendati bulan Puasa masih sepekan mendatang, tetapi para distributor dan pedagang besar mulai menambah stok kebutuhan pokok mereka hingga kisaran dua kali lipat.

Seperti disampaikan Pemilik Toko Ting Ting di Pasar Legi, Cik Lili. “Sudah jelas, stok saya sudah tambah dua kali lipat. Mulai dari beras, minyak, gandum dan gula. Kalau tidak menambah stok dari sekarang, harga pasti akan semakin naik,” kata Cik Lili, saat ditemui Espos, di tokonya, Senin (25/7/2011).

Ia pun menyampaikan, permintaan dari pedagang-pedagang grosir dan eceran sudah mulai tinggi. Terutama dari daerah sekitar Soloraya. “Semuanya ya untuk antisipasi tingginya permintaan saat Puasa dan menjelang Lebaran. Meskipun pada umumnya, setiap awal bulan Puasa pasar sepi.”

Tetapi, kata dia, permintaan komoditas yang paling tinggi saat ini adalah gula. “Karena, biasanya kalau mau Lebaran ini ibu-ibu di desa-desa banyak yang menggelar arisan gula. Saya sendiri melayani arisan gula ini sampai wilayah Madiun.”

Soal harga, Cik Lili mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok di tingkat distributor masih stabil. “Kenaikan nanti kalau sudah mau mendekati lebaran. Sekarang masih stabil.” Untuk beras, ia jual Rp 7.700 per kilogram, gula berkisar Rp 875.000 hingga Rp 880.000 per sak atau satu sak berisi 100 kilogram, dan gandum Rp 78.000 per sak ukuran 25 kilogram.

Senada disampaikan pedagang besar lainnya, pemilik Toko Mas Yanto, Menik. “Persiapan mau Puasa jelas sudah kami lakukan. Terutama untuk penambahan stok.” Saat ini, kata Menik, penambahan stok paling banyak dilakukan untuk gula pasir. “Ya, karena mau Lebaran sudah banyak yang borong gula pasir untuk arisan. Kalau saya biasanya sekali order ambil 20 sak, sekarang stok saya tambah 20 sak lagi.”

Kalau untuk komoditas lain, seperti minyak goreng dan gandum, Menik mengaku belum berani mengambil stok terlalu banyak. Misalnya minyak goreng. “Kalau pada hari-hari biasa, saya selalu stok rata-rata 5 drum minyak. Sekarang ini stok minyak goreng saya tambah 2 drum.”

Begitu pula untuk gandum. Pada hari normal, Menik selalu <I>order<I> gandum kisaran 40 sak untuk beragam jenis gandum. “Kalau sekarang ya kisaran 40 sak sampai 50 sak. Untuk gandum memang belum terlalu banyak permintaan. Biasanya, puasa minggu kedua dan ketiga baru ramai pembeli untuk membuat kue lebaran.”

Terkait harga, Menik menjualn minyak goreng curah pada harga 8.850 per liter, gandum Rp 115.000 hingga Rp 160.000 per sak dengan isi 25 kilogram, serta gula pasir Rp 890.000 per sak isi 100 kilogram.

(haw)

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Akuntabilitas Dana Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (9/8/2017). Esai ini karya Agus Riewanto, doktor Ilmu Hukum dan dosen di Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah agusriewanto@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam beberapa tahun belakangan ini…