ilustrasi (dok Solopos) ilustrasi (dok Solopos)
Selasa, 26 Juli 2011 12:37 WIB Sukoharjo Share :

Dana Jamkesda Sukoharjo habis

ilustrasi (dok Solopos)

Sukoharjo (Solopos.com)--Alokasi APBD Sukoharjo untuk jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) 2011 senilai Rp 3,6 miliar habis.

Meski demikian, RSUD Sukoharjo berjanji tak akan menolak pasien miskin. Dana itu habis terserap pada Senin (25/7/2011). Sebelumnya, perkiraan habisnya dana itu terjadi pada pertengahan Juli ini.

“Dana Jamkesda sudah habis per hari ini. Tapi pasien tetap kami layani,” kata direktur RSUD Sukoharjo, Gunadi saat dihubungi Espos, Senin.

Sementara, terus dia, pelayanan yang mendapat fasilitas gratis hanya berlaku untuk kategori jasa sarana. Fasilitas itu di antaranya seperti pondok dan makan. “Sementara jasa sarana saja, mengenai obat-obatan dan kebutuhan uji laboratorium, pasien harus membayar sendiri,” urainya.

Di sisi lain, habisnya dana tersebut disikapi Gunadi dengan usulan penambahan biaya yang disampaikan dalam APBD Perubahan September nanti. Dia menerangkan dana yang dibutuhkan untuk Jamkesda mencapai Rp 600.000 perbulan. “Tinggal dihitung, jika sampai September nanti berarti kebutuhannya Rp 1,8 miliar,” imbuhnya.

Gunadi mengatakan dana senilai itu dibutuhkan selama fasilitas pasien dengan surat keterangan tak mampu (SKTM) tetap berlaku. Jika tidak, dana tambahan hanya mencapari Rp 300 juta perbulannya. “Jika SKTM tak berlaku maka kebutuhan menjadi separo, jadi hanya melayani pasien yang masuk di daftar Gakin saja,” tambahnya.

Namun, terus dia, pihak RSUD hanya bersifat sebagai pelayan. Saat ditanya mengenai dampak tak diberlakukannya SKTM, dia menerangkan keputusan ditangan pemangku kebijakan. “Kami hanya pelayan dan seluruhanhya bukan wewenang kami,” terangnya.
Juni lalu, Gunadi menerangkan alokasi Jamkesda untuk pasien dengan SKTM dan pasien yang masuk data Gakin, berimbang jumlahnya.

(ovi)

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…