Marcel Gleffe (EPA) Marcel Gleffe (EPA)
Senin, 25 Juli 2011 15:37 WIB Internasional Share :

Turis Jerman selamatkan 30 orang dalam pembantaian di Norwegia

Marcel Gleffe (EPA)

Oslo (Solopos.com)–Kisah heroik muncul dalam peristiwa pembantaian brutal di Pulau Otoeya, Norwegia. Seorang turis Jerman dianggap sebagai pahlawan setelah bergegas menuju area pembunuhan untuk menyelamatkan 30 orang.

Marcel Gleffe adalah orang pertama yang bergegas pergi ke lokasi kejadian dengan speedboat saat Anders Behring Breivik mulai menembak membabi-buta para pemuda yang mengikuti acara kemping musim panas di Pulau Otoeya.

Gleffe yang sedang berlibur di area perkemahan di daratan tak jauh dari Utoeya, bergegas naik ke perahunya dan menyeberangi perairan setelah mendengar suara-suara tembakan.

“Saya melihat dua pemuda yang berenang menjauh dari pulau. Kemudian terdengar beberapa letusan dari senjata otomatis. Saya melihat lewat teropong bahwa ada orang-orang lainnya di air,” kata pria Jerman itu.

Dengan speedboat-nya, Gleffe pergi untuk menolong orang-orang yang berada di air. Dia menyelamatkan sebanyak mungkin yang dia bisa. Dikatakan Gleffe, dirinya bolak-balik mengangkut sekitar 30 orang dalam empat atau lima kali kesempatan.

Gleffe mengaku tidak takut meski suara tembakan terus terdengar. “Saya melakukannya cuma karena insting,” tuturnya. “Anda tidak bisa takut dalam situasi seperti itu, Anda cuma melakukan apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

“Kerja sama dengan polisi dan kru penyelamat setelah itu sangat bagus, namun mereka semua datang terlambat. Pertama kali saya pergi, saya seorang diri,” ujarnya seperti diberitakan harian Telegraph, Senin (25/7/2011).

Sebanyak 86 orang tewas dalam aksi penembakan massal di pulau tersebut. Insiden itu terjadi saat lebih dari 500 pemuda tengah mengikuti acara kemping musim panas yang diorgansir oleh sayap pemuda partai berkuasa Norwegia.

Pembantaian itu terjadi hanya sekitar dua jam setelah aksi pengeboman di pusat kota Oslo. Tujuh orang tewas dalam pengeboman itu. Kepolisian telah menahan Breivik yang mengaku bekerja seorang diri dalam aksi penembakan dan pengeboman tersebut.

(detik.com/tiw)

lowongan kerja
lowongan kerja Kantor SD Aisyiyah Gemolong, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…