Pendhapi Pura Mangkunegaran (dok Solopos)
Senin, 25 Juli 2011 09:45 WIB Ekonomi Share :

Turis gandrungi makan malam ala Mangkunegaran

Pendhapi Pura Mangkunegaran (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)–Wisatawan asing alias turis menggandrungi paket wisata makan malam ala Pura Mangkunegaran atau dikenal dengan istilah Mangkunegaran Royal Dinner.

Paket wisata yang ditawarkan dengan harga puluhan juta dolar per orang tersebut diminati khususnya turis asal Jerman, Belanda, Italia dan Prancis.  Staf Turis Department Pura Mangkunegaran, yang mengelola paket tersebut, Roy Gemuruh, mengatakan para turis sangat menikmati makan malam dengan suasana keluarga Mangkunegaran. “Nuansa istana ini yang mereka sukai. Mereka betah. Sampai-sampai alokasi waktu yang ditetapkan tiga jam sering sekali molor,” ujar Roy, kepada Espos akhir pekan kemarin.

Selain menyuguhkan suasana khas Mangkunegaran, Roy menguraikan, turis juga terkesan dengan hidangan khas yang selalu disajikan setiap acara Mangkunegaran Royal Dinner. Di antaranya garang asem bumbung, sambal goreng bledak, pecel pitik, lodoh pindang, juga aneka makanan penutup khas, seperti puding gula gosong dan puding tape. Baik suasana maupun makanan menjadi daya tarik yang membuat turis kerap datang untuk kedua kali atau bahkan lebih.

“Untuk makanan, sajian kami ada sentuhan Eropa. Kami juga sajikan roti khusus untuk turis asing yang tidak mau makanan Jawa. Turis yang vegetarian juga bisa kami siapkan makanan khusus,” lanjut dia.

Di sisi lain, Roy mengakui paket wisata Mangkunegaran Royal Dinner adalah paket terbatas. Dalam sebulan, paket yang telah ditawarkan sejak 1980-an ini hanya berlangsung empat hingga lima kali per bulan. Menurut dia, pihaknya sebenarnya bisa menggelar maksimal dua kali event setiap bulan, namun hal itu sering terkendala kuota.

Setiap acara Mangkunegaran Royal Dinner yang bertempat di ruang Pracimoyoso, ditetapkan kuota 30 orang. Biasanya, kuota tersebut bisa dipenuhi turis dari rombongan travel agent. Kendati demikian ada pula rombongan kecil, hanya empat orang, bersedia memenuhi biaya sesuai kuota. “Belum lama ada rombongan empat orang dari Prancis. Karena minatnya sampai bersedia memenuhi kuota kami, walau hanya empat orang.”

Lebih jauh, Roy menambahkan ke depan peluang mengembangkan Mangkunegaran Royal Dinner terbuka lebar. Saat ini, pihaknya telah merancang agenda yang terinspirasi paket wisata itu, yaitu tea time di Mangkunegaran. Minat wisatawan, baik asing maupun domestik cukup besar. Penawaran biasanya disampaikan melalui travel agent. Akan tetapi promosi dari mulut ke mulut dinilai lebih efektif untuk mengenalkan paket unik ini.

(tsa)

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…