Senin, 25 Juli 2011 17:15 WIB Tak Berkategori Share :

Rudy
bangunan Sari Petojo harus dikembalikan ke kondisi semula

Solo [SPFM], Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan bangunan bekas pabrik es Sari Petojo yang sebagian sudah dirobohkan harus dikembalikan ke kondisi semula. Hal itu ditegaskan Rudi di sela Diklat Manajemen Pasar Angkatan 2 di Hotel Asia Solo, Senin (25/7).

Rudy menuturkan pihak provinsi harus bertanggung jawab atas hal tersebut jika tidak ingin dijerat dengan pasal-pasal yang terdapat dalam Undang-Undang Cagar Budaya. Menurut Rudy, bekas pabrik es Sari Petojo tersebut mutlak merupakan Benda Cagar Budaya (BCB). Sebab, menilik dari tahun pembuatan bangunan yakni tahun 1888, bangunan itu sudah berumur lebih dari 50 tahun. Sedangkan dalam UU Cagar Budaya secara jelas menyebutkan bangunan yang berumur lebih dari 50 tahun sudah dapat dikategorikan sebagai benda cagar budaya.

Dikatakan Rudy, penolakan pembangunan mall tersebut memilki alasan jelas. Terlebih saat ini Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional sudah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit waluyo. Salah satu isi Raperda itu menyatakan jarak pasar modern dengan pasar tradisional minimal 500 meter.

Sementara itu, untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut, tidak menutup kemungkinan akan difungsikan sebagai pusat study dan kajian sehingga masyarakat bisa mengetahui sejarah berdirinya pabrik es termasuk cara membuat es zaman dulu. [SPFM/dev]

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…