Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Senin, 25 Juli 2011 18:47 WIB Sragen Share :

RSUD kehilangan pendapatan Rp 45 juta

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Sragen (Solopos.com)–Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen kehilangan pendapatan senilai Rp 45,05 juta pada tahun 2010 lantaran banyak pasien yang melarikan diri dan ngemplang dari tagihan pengobatan dan perawatan.

RSUD mencatat sebanyak 30 pasien sepanjang 2010 yang berpotensi tidak tertagih hingga tahun ini.

Besarnya piutang RSUD Sragen yag tidak tertagih tersebut juga menjadi temuan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2011.

Berdasarkan LHP atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam rangka pemeriksaan keuangan Pemkab Sragen 2010 No 49C/LHP/XVIII.SMG/05/2011 tertanggal 24 Mei 2011, mencatat ada tujuh alasan penyebab hilangnya pendapatan RSUD itu, salah satunya banyak pasien yang melarikan diri.

Direktur Utama RSUD Sragen, M Farid Anshori, saat ditemui wartawan, Senin (25/7), mengungkapkan secara garis besar ada tiga faktor yang menyebabkan piutang pasien tidak tertagih, yakni adanya karyawan RSUD yang menanggung biaya pasien tapi tidak tertagih, banyaknya pasien melarikan diri dan karena kejadian darurat.

“Prinsipnya, kami segera memulangkan pasien setelah dinyatakan sehat. Kami sudah membentuk tim khusus untuk menagih piutang itu. Namun, tetap tim khusus RSUD pun tak berhasil menagih. Peristiwa seperti ini hampir terjadi setiap tahun,” ujar Farid didampingi tiga staf RSUD di ruang kerjanya.

(trh)

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…