ilustrasi (dok Solopos)4
Senin, 25 Juli 2011 22:59 WIB Wonogiri Share :

Pemindahan siswa tak naik kelas, DPRD prihatin

Wonogiri (Solopos.com)–Keluhan sejumlah orangtua siswa SDN IV Wonogiri yang diminta memindahkan anaknya ke sekolah lain hanya supaya bisa naik kelas ditanggapi dengan keprihatinan oleh kalangan anggota DPRD.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan menyatakan segera mengklarifikasi masalah itu untuk melihat ada atau tidaknya unsur pelanggaran. Kepada wartawan, Senin (25/7/2011), Ketua Komisi D DPRD, Martanto mengatakan langkah yang diambil SDN IV Wonogiri dengan meminta pindah siswanya yang tidak naik kelas bukanlah langkah yang bijak. Dia bahkan menilai langkah itu cenderung salah.

“Kalau alasannya anak itu tidak naik kelas ya seharusnya tetap diberi kesempatan. Kan sudah jadi tanggung jawab sekolah untuk membuat siswanya pandai. Sekolah mestinya lebih bijak, melihat dari berbagai sisi dan mengupayakan bagaimana caranya membuat anak yang tidak pandai bisa menyamai yang pandai,” jelas Martanto.

Wakil Ketua Komisi D DPRD, Ngadiyono menambahkan peristiwa pemindahan siswa dengan alasan tidak naik kelas menunjukkan ketidakjelasan standar yang dipakai pihak sekolah. “Standar kenaikan kelas itu kan nilai, bukan pindah sekolah. Kalau memang dilihat dari standar nilainya tidak naik kelas, ya tidak naik saja. Jangan lantas memberikan syarat pindah sekolah agar bisa naik kelas. Dalam hal ini, saya kira semua pihak sepakat bahwa para muridlah yang jadi korban,” kata Ngadiyono.

Lebih jauh, Ngadiyono meminta Dinas Pendidikan menyikapi masalah itu dengan tegas. Dia meminta dinas melakukan klarifikasi dan investigasi, serta meningkatkan pengawasan terhadap kompetensi guru di sekolah itu. Demikian juga dengan kompetensi manajerial kepala SD tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Wonogiri, Supriyanto mengaku belum bisa mengambil sikap apapun terkait masalah itu. Menurutnya, masalah itu perlu ditelusuri dulu sebab musababnya. “Tentu kami akan menyikapinya, tapi terlebih dahulu kami perlu melakukan klarifikasi ke pihak sekolah, melihat dari sisi administratifnya, ada atau tidaknya pelanggaran dalam hal ini. Secepatnya kami akan klarifikasi,” jelas Supriyanto.

Seperti diberitakan, sedikitnya empat siswa kelas IV SDN IV Wonogiri terpaksa pindah ke sekolah lain. Mereka diminta pindah karena tidak bisa naik ke kelas V dan dianggap tidak bisa mengikuti sistem pembelajaran di sekolah itu.

Sejumlah orangtua siswa yang ditemui Espos, sebelumnya mengaku saat penerimaan rapor kenaikan kelas dipanggil oleh kepala sekolah yang diberitahu bahwa anaknya tidak naik kelas. Namun anak tersebut bisa naik kelas kalau mau pindah sekolah.

Kepala SDN IV Wonogiri, Siswanti tidak membantah pihaknya meminta siswa-siswa itu pindah. Menurutnya, hal itu justru untuk membantu siswa yang bersangkutan karena mereka benar-benar sudah tidak bisa mengikuti sistem pembelajaran di sekolah itu. “Setiap sekolah kan ada standar nilainya sendiri, mungkin di sekolah kami anak itu tidak bisa mengikuti tapi di sekolah lain bisa. Kami memindahkan anak itu juga setelah memastikan si anak benar-benar mendapat sekolah baru,” katanya.

(shs)

 

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…