Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Senin, 25 Juli 2011 19:19 WIB Solo Share :

Pedagang Pasar Klewer mengadu ke DPP

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)–Sejumlah pedagang Pasar Klewer mendatangi kantor Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) di Balaikota Solo, Jumat (22/7/2011). Mereka mengadu tentang pemilihan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) yang tidak demokratis.

Salah satu pedagang Pasar Klewer yang datang ke DPP, Suhardi, mengatakan ingin ada pemilihan ulang karena pedagang menganggap pemilihan tersebut tidak sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART).

“Kami melapor kepada DPP sebagai pelindung kami. Kami tidak ingin generasi penerus kami tetap berpedoman dengan AD ART. Jika ada alasan agar ngirit dan tidak membuang waktu dengan  sistem polling, itu bukan sebuah alasan,” paparnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Senin (25/7/2011).

Ia menambahkan, jika ada polling untuk pedagang, seharusnya calon ketua tidak hanya satu orang. Saat menemui DPP, lanjut dia, pedagang yang berjumlah delapan orang tersebut membawa bukti berupa edaran poling, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus dan AD ART serta undangan.

(aak)

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…