Sejumlah kader melakukan orasi tentang bahaya demam berdarah, diare dan demam atau 3D dalam Pos Sehat Pocari Sweat. (Ahmad Mufid Aryono) Sejumlah kader melakukan orasi tentang bahaya demam berdarah, diare dan demam atau 3D dalam Pos Sehat Pocari Sweat. (Ahmad Mufid Aryono)
Senin, 25 Juli 2011 10:29 WIB Boyolali Share :

Edukasi warga akan bahaya 3D…

Sejumlah kader melakukan orasi tentang bahaya demam berdarah, diare dan demam atau 3D dalam Pos Sehat Pocari Sweat. (Ahmad Mufid Aryono)

Solopos.com--Ada yang berbeda saat berada di lapangan Teras, Kecamatan Teras, Minggu (24/7/2011). Ratusan warga berkumpul di lapangan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah tenda juga dipasang di tengah lapangan. Panggung hiburan juga tak luput di pasang. Sedang, disisi lain satu arena bermain anak juga terpasang di sisi utara panggung.

Sementara, di dalam tenda yang terpasang itu, dipajang sejumlah barang-barang kreativitas dari sejumlah ibu-ibu yang terbuat dari bahan bekas minuman isotonik. Selain itu, sosialisasi akan bahaya Demam berdarah, diare dan demam atau 3D pun terus digaungkan dalam kegiatan itu. Tawa riuh pun juga terdengar saat sejumlah ibu-ibu berorasi akan pentingnya menjaga kesehatan, bahaya 3D maupun cara-cara pencegahannya.

Ya, pagi itu, PT Amerta Indah Otsuka, selaku produsen minuman isotonik Pocari Sweat menggelar kegiatan yang bertajuk Pos Sehat Pocari Sweat. Kegiatan yang berisi untuk memberikan edukasi kepada warga akan bahaya 3D dan pencegahannya itu merupakan kegiatan kali pertama yang digelar di Indonesia.

Sesuai temanya, para peserta yang sebagian besar ibu-ibu itu diminta tampil ke panggung untuk mengkampanyekan hidup sehat dan pencegahan terkait 3D tersebut. Dengan silih berganti, para ibu-ibu tampak antusias untuk memberikan edukasi akan pentingnya menjaga kesehatan.

Senior Product Marketing Manager Pocari Sweat, R Suhendar mengatakan sebelum digelar kegiatan tersebut dimulai dengan berbagai kegiatan, antara lain briefing di Puskesmas Teras, Mojosongo dan Desa Sudimoro, Teras.

“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menanggulangi bahaya 3D dan sebagai langkah edukasi untuk penanggulangannya,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Minggu.

Suhendar menambahkan mengutip dari data Kementerian Kesehatan, sepanjang tahun 2010 di Indonesia terdapat 150.000 penderita demam berdarah, dengan jumlah angka kematian lebih dari 1.300.

“Dengan data itu, ada lebih dari tiga orang meninggal tiap harinya akibat demam berdarah. Hal itu tidak perlu terjadi jika masyarakat sudah mengetahui cara pertolongannya,” jelas dia.

Dipilihnya Boyolali sebagai tempat kali pertama kegiatan dan dua kecamatan yang dipilih, yakni Kecamatan Teras dan Mojosongo untuk program tersebut, Suhendar mengatakan dua kecamatan itu dinilai belum mendapat cukup edukasi akan bahaya dehidrasi pada 3D dan cara penanggulangannya.

“Dari masing-masing kecamatan itu dipilih 20 kader dan kemudian mendapatkan pembekalan selama 30 hari ke depan,” papar dia. Kader itu, jelas Suhendar, wajib mengedukasi lewat penyuluhan ke masyarakat.

(Ahmad Mufid Aryono)

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…