Senin, 25 Juli 2011 09:10 WIB News Share :

BPS Grobogan kembali lakukan pendataan perlindungan sosial

Grobogan (Solopos.com)–Pemerintah akan melaksanakan program bantuan dan perlindungan sosial pada tahun 2012-2014. Guna mendapatkan basis data terpadu, Badan Pusat Statistik (BPS) Grobogan mulai lakukan pendataan rumah tangga dan keluarga sosial di kabupaten setempat.

“BPS Grobogan mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2011 mendata rumah tangga dan keluarga untuk pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2011,” terang Kepala BPS Kabupaten Grobogan  Drs Manggus Suryono, akhir pekan kemarin.

Guna mendukung pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2011, BPS Kabupaten Grobogan sambung Manggus, telah menerjunkan 781 petugas terbagi menjadi 669 petugas pencacah lapangan dan 112 pengawas pemeriksa lapangan.

Kegiatan pendataan serupa lanjut Manggus, juga pernah dilakukan di Kabupaten Grobogan pada tahun 2005-2006 dengan nama Pendataan Sosial Ekonomi untuk program bantuan langsung tunai (BLT). “Kemudian di tahun 2008 juga ada pendataan program perlindungan sosial di Kabupaten Grobogan,” paparnya.

Tahun 2011 juga ada PPLS, di mana data yang didapatkan menurut Manggus, selanjutnya akan digunakan oleh pemerintah dalam menjalankan program antikemiskinan dan perlindungan sosial yang dibagi dalam tiga klaster.

“Klaster pertama masyarakat diberi ikan, bentuknya antara lain BLT, Jamkesmas, bea siswa, Raskin dengan sasaran 19,1 juta rumah tangga sosial,”  ujar Manggus.

Kemudian klaster kedua, masyarakat diajari memancing, bentuknya tambah Manggus, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dengan fokus sasaran sekitar 5.720 kecamatan.

“Sedang klaster ketiga, masyarakat dibantu untuk memiliki pancing dan perahu. Bentuknya pemberdayaan UKM dengan memberi KUR tanpa agunan jika nilainya dibawah Rp 5 juta,” jelasnya.

Lantas apakah dengan adanya pembagian tiga klaster tersebut, program BLT, PNPM dihentikan setelah adanya PPLS 2011. Menurut Manggus, ketiga klaster tetap dijalankan.

“Ketiga klaster tetap dijalankan bersama namun disesuaikan dengan kondisi rumah tangga sasaran yang ada di setiap kabupaten,” tandasnya.

(rif)

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…