Minggu, 24 Juli 2011 20:23 WIB Sukoharjo Share :

Tinggal dua desa di Kartasura yang masih pertahankan lahan pertanian produktif

Sukoharjo (Solopos.com) – Wilayah Kartasura, Sukoharjo, kini terus beralih fungsi menjadi lahan pengambangan nonpertanian. Dari 12 desa dan kelurahan di wilayah ini, tinggal dua desa yang masih mempertahankan lahan pertanian produktif dengan irigasi teknis.

“Di Kartasura hanya ada area hijau yang masih ada lahan pertanian produktif dengan irigasi teknis, yakni Desa Ngemplak dan Pucangan. Pucangan sendiri sudah diminati untuk perumahan. Dalam sebulan, saya menemui pengajuan izin investor rata-rata dua kali,” kata Camat Kartasura, Bachtiar Zunan, saat ditemui Espos, Minggu (24/7/2011). Zunan mengatakan hal itu didorong oleh letak strategis yang dimiliki Kartasura, yakni sebagai gerbang masuk Kota Solo. Beberapa pengajuan itu ditemuinya untuk pilihan pembangunan di wilayah Kertonatan, Singopuran, Gumpang dan Ngebean. “Ada juga di Singoporan, kalau tidak salah terakhir untuk 150 unit rumah dengan luas lahan dua hektare,” tambahnya.

Menurutnya, wilayah Kartasura pada umumnya masih memiliki lahan untuk menampung kebutuhan itu. Bahkan, dia menyebut sejumlah pemilik lahan sawah produktif ada yang menjual sawahnya dan menukarkan membelikannya kembali di area sawah baru. “NJOP perumahan meningkat dan memengaruhi PBB lahan sekitarnya, termasuk sawah. Dan petani tergiur menjual lahan karena bisa mendapat lahan berlipat ganda di luar wilayah semula. Ada yang menjual satu lahan dan hasilnya bisa dibelikan kembali menjadi dua lahan,” bebernya.

Hal itu, lanjut dia, juga memengaruhi pendapatan daerah melalui kenaikan pagu PBB. Walaupun tak menyebut kenaikan pendapatan, Zunan memperkirakan pagu PBB Kartasura naik 15% dari tahun sebelumnya. “Memang kenaikan pagu PBB tak mutlak dari perumahan tapi minimal mereka (pengembang perumahan-red) berkontribusi dalam hal itu,” ujarnya.

Selain perumahan, terus Zunan, Kartasura dinilai memiliki potensi wilayah strategis untuk perdagangan dan jasa. Dia berharap sektor tersebut lebih memberi dampak positif kepada warga setempat. “Di Kertonatan ada pabrik rokok yang siap beroperasi. Sekarang sedang membutuhkan 1.500 pekerja dan Oktober nanti, mau tak mau menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja,” tandasnya.

ovi

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jaminan Produk Halal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (21/7/2017). Esai ini karya Muhammad Qomar, alumnus Program Master of Public Administration University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah qomarmoehammad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Beberapa waktu lalu beredar mi instan impor yang mengandung…