JIBI/Harian Jogja/Sumadiyono ANGKUT UREA--Sejumlah pekerja memindahkan pupuk urea bersubsidi di gudang pupuk PT Pusri Jl Bayan Batoh Purworejo. Kenaikan HET dari Rp 60.000 menjadi Rp 80.000 per zak makin memberatkan petani. SOLOPOS 14 APR 2010 HAL 3 JATENG DIY ilustrasi pupuk (JIBI/dok)
Minggu, 24 Juli 2011 17:32 WIB Wonogiri Share :

Stok urea dipastikan aman

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Wonogiri (Solopos.com)–Alokasi pupuk urea bersubsidi untuk Kabupaten Wonogiri tahun 2011 ini dipastikan berkurang sekitar 11.219 ton dari 49.903 ton pada 2010 lalu menjadi hanya 38.684 ton. Kendati demikian, pasokan urea hingga akhir tahun nanti dipastikan aman.

Kepastian tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Wonogiri, Guruh Santoso, saat ditemui wartawan akhir pekan lalu.

Guruh mengungkapkan dari alokasi 38.684 ton tersebut, hingga pertengahan Juli 2011 ini baru terserap 36%. Dengan sisa masa tanam hanya satu kali lagi pada tahun ini, stok pupuk tersebut dipastikan mencukupi.

“Saya kira pasokan urea tahun ini sangat cukup. Apalagi kami juga terus mendorong petani untuk sedikit demi sedikit beralih ke pupuk organik. Hal ini mengingat kualitas lahan pertanian yang terus menurun dari tahun ke tahun akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus,” jelas Guruh.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Reni Ratnasari mengatakan jatah pupuk tahun ini memang jauh lebih sedikit. Namun, dipastikan cukup. Menurutnya, penurunan jatah itu sudah diperhitungkan berdasarkan pemakaian pada tahun lalu.

“Tahun lalu, alokasi pupuk tidak seluruhnya terserap karena pada awal tahun masih menggunakan jatah tahun 2009. Itulah antara lain yang menyebabkan alokasi tahun ini turun. Tapi saya kira penurunan alokasi ini tidak akan menimbulkan masalah. Hal terpenting adalah bagaimana pengawasan distribusinya agar tidak terjadi penyimpangan,” ujar Reni.

(shs)

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…