Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Minggu, 24 Juli 2011 12:23 WIB Boyolali Share :

Seni tari perlu ditata ulang

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Boyolali (Solopos.com)–Kesenian khususnya seni tari sudah saatnya untuk ditata ulang. Selain itu, seni gerak ini perlu dimanajemeni agar dapat dijadikan sebuah tontonan yang menarik dan tidak membosankan.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT), Bambang Sadono dalam pembukaan workshop> penataan manajemen tari di gedung PGRI Boyolali, Sabtu (23/7/2011).

Bambang menambahkan  manajemen tari sangat diperlukan agar lebih mampu bersaing di tengah perkembangan seni modern. “Kita harus mampu memfasilitasi kesenian tari yang saat ini sudah mulai tergeser oleh kesenian modern,” katanya.

Dijelaskan, dalam acara workshop penataan manajemen tari sebagai upaya peningkatan kualitas koreografi ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber St Wiyono dari Taman Budaya Jawa Tengah dan Darsono dari Lembaga Pengkajian dan Konservasi Budaya Nusantara.

Darsono menilai  manajemen tari mulai dari  busana, tata lampu, tata panggung hingga iringan harus dikemas sebaik mungkin dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas para seniman tari.

“Persaingan di dunia kesenian sangat ketat sehingga menuntut para pelaku seni tari untuk meningkatkan kemampuannya baik kemampuan manajemen maupun kreativitas,” terangnya.

(rid)

lowongan kerja
lowongan kerja SALES SMARTFREN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno dan Kebudayaan Nasional

Gagasan ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Esai ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (6/6/2017). Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@gmail.com Solopos.com, SOLO — Esai Albertus Rusputranto P.A. bertajuk Bung Karno, Lenso, Cha Cha di Harian…