Minggu, 24 Juli 2011 10:00 WIB Ekonomi Share :

Konsep vila-hotel dikembangkan di Jogja

Solo (Solopos.com)–Konsep vila-hotel seperti Horison Gambir Anom Villa, diproyeksi akan populer beberapa tahun ke depan. PT Graha Abadi Sentosa bahkan sudah berencana membuka properti dengan konsep serupa di Yogyakarta.

Director PT Graha Abadi Sentosa, Adib Ajiputra, mengatakan setelah memulai pembangunan Gambir Arom Villa pihaknya berencana mengembangkan properti dengan konsep yang sama di Yogyakarta.

Menurutnya, konsep semacam ini akan populer di kawasan yang menjadi tujuan aktivitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dan pariwisata, seperti Solo dan Jogja.

“Ini akan tren. Ya, kita ada rencana ke Jogja,” ungkap Adib saat ditemui wartawan, di sela-sela soft launching Horison Gambir Anom Villa, Diamond Resto, Sabtu (23/7).

Menurut Adib, antusiasme para pemesan di Gambir Anom Villa menunjukkan banyak kalangan yang tertarik pada konsep vila-hotel. Pihaknya sendiri mencatat sedikitnya 30 unit dari total 50 unit Gambir Anom Villa telah ludes dibeli.

Bahkan, tiga dari lima unit tipe Pull Villa dengan gaya Jawa Etnik dan harga dibanderol Rp 1,5 miliar, telah terjual sebelum acara soft launching. Tipe Garden Villa seharga Rp 750 juta/unit, dan Plunge Pool Villa seharga Rp 900 juta, juga laris manis.

Banyaknya kemudahan membeli unit Gambir Anom Villa, dinilainya merupakan salah satu penyebab mengapa investasi dalam bentuk vila-hotel ini laris.

Pada soft launching, Adib menjelaskan pihaknya menawarkan kemudahan potongan harga Rp 25 juta dan Rp 50 juta. Sedangkan untuk kredit sejumlah bank di Solo siap memberikan dukungan. “Pembelinya kebanyakan pengusaha, tapi ada juga kalangan profesi.”

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Bukopin Solo, Rachmursito, mengatakan pihaknya menyiapkan dukungan penuh bagi masyarakat yang menginginkan unit Gambir Anom Villa melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) Bank Bukopin.

(tsa)

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…