Minggu, 24 Juli 2011 19:15 WIB Tak Berkategori Share :

Komunitas sepada tua kagumi Solo

Solo [SPFM], Sejumlah pemerhati, kolektor dan peneliti sepeda tua dari Belanda, mengaku cukup antusias dengan keberadaan komunitas sepeda tua di Solo, yang justru digerakkan oleh kalangan muda. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang kolektor sepeda tua yang juga tergabung dalam KITLV-Royal Netherlands Institue  dan Club  de Oude Fiets Belanda, Piet Munsters, di sela kegiatan Heritage Strack berkeliling Solo, Minggu (24/7). Menurut Piet, kondisi ini jauh berbeda dengan Belanda, dimana yang menyukai sepeda tua hanyalah mereka dari kalangan yang sudah tua. Piet menambahkan, semangat generasi muda Solo ini patut dicontoh negara lain. Sebab kecintaan terhadap sepeda, berarti kecintaan terhadap sejarah dan budaya bangsa. Dalam kesempatan ini, Piet juga cukup terkesan dengan keberadaan sepeda tua Gazelle yang ada di Indonesia, yang terbilang unik sebab dibuat sekitar tahun 1910.

Piet bersama tiga rekannya mengunjungi Solo selama 2 hari sejak kemarin, dalam rangkaian roadshow peringatan 116 tahun hadirnya sepeda di Indonesia. Kegiatan yang digagas Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti)  bekerja sama dengan Cultural & Development, Kedutaan Besar Belanda, KITLV-Royal Netherlands Institue, club  de Oude Fiets Belanda ini, selain seminar juga digelar studi literasi sepeda, sarasehan hingga pameran foto, di Balai Soedjatmoko.[SPFM/dev]

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…