Minggu, 24 Juli 2011 20:17 WIB Tak Berkategori Share :

Belanja pegawai pemerintah naik tajam

Jakarta [SPFM], Jika dibandingkan 2005, belanja pegawai tahun 2011 membengkak sebesar, 233 % atau Rp 126,5 triliun. Sayangnya, peningkatan belanja negara, tidak dirasakan dampaknya terhadap perbaikan layanan birokrasi.  Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yuna Farhan dalam rilisnya Minggu (24/7) mengatakan, Fitra menemukan 124 daerah yang belanja pegawainya di atas 60 persen, dan 16 daerah di antaranya bahkan di atas 70 persen. Menurut catatan Fitra, ada beberapa  hal yang menyebabkan ongkos birokrasi menjadi mahal. Pertama, pemberian remunerasi. Kedua, kenaikan gaji pegawai. Kemudian kebijakan pegawai tanpa mempertimbangkan anggaran. Selain itu tunjangan pegawai daerah. PP No 58 tahun 2005, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah memperbolehkan daerah memberikan tambahan tunjangan pada pegawai daerah. Perbedaan tambahan tunjangan tersebut, menjadi penyebab beratnya belanja pegawai, dan distribusi pegawai yang tidak merata.[dtc/hen]

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…