Ilustrasi Ilustrasi
Minggu, 24 Juli 2011 17:04 WIB Wonogiri Share :

Anak diminta pindah, orangtua mengeluh

Ilustrasi

Wonogiri (Solopos.com)–Gara-gara anaknya diminta pindah sekolah supaya bisa naik kelas, sejumlah orangtua siswa SDN 4 Wonogiri mengeluh. Mereka menilai itu sebagai keputusan sepihak. Di sisi lain, pegiat LSM menilai sekolah lari dari tanggung jawab karena kegagalannya mendidik siswa.

Informasi yang diperoleh Espos, siswa yang diminta pindah itu kebanyakan adalah siswa kelas IV yang hendak naik ke kelas V. Beberapa siswa kelas IV yang tidak naik kelas, saat penerimaan rapor beberapa waktu lalu, orangtuanya dipanggil dan diajak bicara.

Mereka diberi pilihan anaknya tetap di sekolah yang ada di sebelah Lapangan Sukorejo, Giritirto itu tapi tidak naik kelas, atau naik kelas tapi pindah ke sekolah lain.

“Anak saya duduk di kelas IV SDN 4 Wonogiri. Waktu saya mengambilkan rapornya pada saat kenaikan kelas beberapa waktu lalu, saya diminta menghadap ke kepala sekolah. Kepala sekolah kemudian bilang ke saya, anak saya tidak bisa naik ke kelas V. Tapi anak saya bisa dibantu naik ke kelas V kalau mau pindah ke sekolah lain,” ungkap salah satu orangtua siswa, Agus Wandoyo, saat ditemui wartawan, Minggu (24/7).

Orangtua siswa lainnya, Marinem, juga mengaku tidak habis pikir mengapa  anaknya diminta pindah sekolah. Menurutnya, nilai pelajaran anaknya tidak begitu buruk dan anaknya cukup rajin.

Pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang juga berasal dari Kaloran, Giritirto, Heri Adi Budiyanto mengatakan langkah pihak sekolah dengan memindahkan siswanya yang tidak naik kelas sedikit banyak menunjukkan sikap lepas tanggung jawab dari kegagalan mereka mendidik siswanya.

Kepala SDN IV Wonogiri, Siswanti, saat ditemui di rumahnya di Kaloran mengatakan memang ada sekitar empat siswa yang terpaksa diminta pindah karena tidak naik kelas. Namun ia membantah jika itu disebut sebagai kegagalan sekolah mendidik siswa.

(shs)

lowongan kerja
lowongan kerja KLINIK PRATAMA WHITE ROSE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…