Minggu, 24 Juli 2011 19:31 WIB Klaten Share :

Alih fungsi lahan pertanian di Klaten capai 33,8 ha/tahun

Klaten (Solopos.com) – Luas lahan pertanian di Kabupaten Klaten yang beralih fungsi terhitung sejak 2002 hingga 2010 mencapai 33,8 hektare (ha) per tahunnya. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Wahyu Prasetyo kepada Espos, Minggu (24/7/2011), mengatakan luas lahan pertanian di Kabupaten Klaten saat ini mencapai 33.423 ha. Dia mengakui, setiap tahun luas lahan pertanian di Klaten kian menyusut akibat beralih fungsi.

Dia menjelaskan, lahan pertanian di Klaten sudah beralih fungsi menjadi perumahan, industri, perusahaan atau perkantoran, dan jasa. Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan menempati urutan tertinggi yakni mencapai 27,6 ha per tahun. Disusul alih fungsi lahan pertanian untuk industri yang mencapai 3,0 ha pertahun, untuk perusahaan mencapai 1,6 ha per tahun, dan untuk usaha jasa mencapai 1,6 ha per tahun. “Kalau dirata-rata, jumlah lahan pertanian yang beralih fungsi mencapai 33,8903 ha per tahun. Alih fungsi lahan pertanian terluas terjadi pada tahun 2002 yang mencapai 65,9410 ha,” terang Wahyu.

Letak geografis Kabupaten Klaten, Wahyu menjelaskan, tidak mendukung upaya penambahan luas lahan pertanian dengan cara membuka hutan. Terlebih, Kabupaten Klaten hanya memiliki kawasan hutan di kawasan lereng Gunung Merapi. “Hutan di lereng Gunung Merapi statusnya hutan lindung sehingga kami tidak bisa semena-mena dalam membuka lahan,” kata Wahyu.

Wahyu menyinyalir sebagian proses alih fungsi lahan pertanian di Klaten tidak sesuai dengan Pola Tata Ruang Desa (PTRD). “Kalau sudah sesuai dengan PTRD tentu tidak masalah. Tetapi kalau sudah menyalahi PTRD tentu disayangkan. Kalau izin alih fungsi lahan itu untuk rumah, ya jangan sampai digunakan untuk kegiatan industri. Pemkab Klaten sendiri yang rugi karenanya,” tambahnya.

mkd

lowongan kerja
lowongan kerja CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Bukan Penerus Sastra Jawa Modern

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (22/7/2017). Esai ini karya Bisri Nuryadi, seorang guru Bahasa Jawa dan pembaca setia Rubrik Jagad Jawa Solopos. Alamat e-mail penulis adalah bisrinuryadi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Wong Jawa patut berterima kasih kepada Ki Padmasusastra (1843-1926), bapak…