Yulianto Prabowo (Dok. SOLOPOS) Yulianto Prabowo (Dok. SOLOPOS)
Minggu, 24 Juli 2011 14:37 WIB Boyolali Share :

35% warga Boyolali belum terkaver jaminan kesehatan

Yulianto Prabowo (Dok. SOLOPOS)

Boyolali (Solopos.com)–Sebanyak 35% warga Boyolali belum mendapat jaminan kesehatan apapun. Jumlah ini adalah warga yang banyak bekerja di sektor informal seperti petani, serabutan dan buruh.

Disinyalir, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengantipasi di bidang kesehatan menjadi penyebab belim terkavernya mereka ke dalam jaminan kesehatan.

“Mereka yang belum terkaver banyak bekerja di sektor informal. Selain itu, kesadaran mereka terhadap kesehatan kurang,” papar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Yulianto Prabowo kepada wartawan akhir pekan lalu.

Yulianto menambahkan sebanyak 35% itu dari jumlah penduduk Boyolali yang mencapai 1 juta jiwa.

Sementara itu, sejumlah 65% lainnya telah terkaver dalam sejumlah jaminan kesehatan. Di antaranya, Askes, Jamkesmas, Jamkesda dan Jamsostek. Dijelaskan dia, masyarakat diminta pro aktif untuk mengantipasi terhadap kesehatannya.

Sebab, melalui berbagai jaminan kesehatan itu masyarakat dibantu terutama dari segi pendanaan. Misalkan saja Askes untuk para pegawai negeri sipil (PNS), Jamsostek bagi pegawai swasta.

Selain itu, bagi warga kurang mampu bisa mendapat keringan dengan Jamkesda maupun Jamsostek. Dinkes menargetkan selesai tahun 2015 terkait program jaminan kesehatan semesta.

(rid)

lowongan kerja
lowongan kerja KLINIK PRATAMA WHITE ROSE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…