Sabtu, 23 Juli 2011 17:31 WIB Tak Berkategori Share :

Raih peluang dari pangsa yang khas

Wiwik Yulia T-Salon IDEA membidik pangsa khusus muslimah. Foto : Avrilia

[SPFM], Kejelian membidik pangsa pasar, amat dibutuhkan membuka usaha. Adanya  pengembangan usaha dengan menyesuaikan kebutuhan calon konsumen, diharapkan mampu menciptakan peluang-peluang baru. Inilah yang dilakukan Wiwik Yulia Tristiningrum yang membuka salon muslimah, IDEA. Yulia sengaja merintis usaha ini untuk menawarkan bentuk pelayanan yang khas.

Yuli memang hanya membidik segmen pasar khusus wanita dengan konsep Islami. Sebelum menggeluti usaha ini, istri dari Bambang Satriyo Nugroho ini mempelajari bisnis salon dan juga ritmenya selama setahun. Ini dilakukan  dengan menerapkan konsep yang sesuai dan jenis perawatan yang ditawarkan. Setelah mendapatkan tempat yang dinilai strategis dan piranti juntuk menjalankan bisnisnya, Yuli memilih lokasi di kompleks belakang kampus UNS Solo. Saat ini, Yuli dibantu seorang kapster.

Untuk mengawali usaha ini, Yuli harus berupaya agar masyarakat mengetahui tentang salon berkonsep muslimah. Untuk itu, dia berupaya mengubah persepsi masyarakat terkait perawatan salon yang ditawarkan salonnya. Selama ini, menurut Yuli, masyarakat beranggapan bahwa salon muslimah hanya menawarkan perawatan sederhana, seperti potong dan cuci rambut.

Karena itu, dia ingin memperkenalkan kepada calon penlanggannya bahwa usaha yang digelutinya memberikan perawatan tubuh lengkap mulai dari hair spa, body spa, ear candle, hingga manicure padicure. Tidak hanya itu, IDEA salon juga melayani pewarnaan rambut, kecuali warna hitam, karena menurut Yuli pewarnaan rambut hitam tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Lokasi usaha  di belakang kampus, secara otomatis membuat pelanggannya sebagian dari kalangan mahasiswa. Situasi ini puloa yang membuat, IDEA juga harus memahami betul ritme akademik kampus. Tak mengherankan, saat kampus musim libur semester, jumlah pelanggan juga akan turun. Untuk menyiasatinya, Yulia memperluas pangsa pasar dengan mensosialisasikan produknya pada karyawati perkantoran di seputar kampus.

Dengan kiat seperti ini, Yuli bisa menjaring pelanggan di luar mahasiswa, terutama karyawati swasta maupun pegawai pemerintah. Image salon muslimah kadang disalahartkan, bahwa salon yang dikelola Yuli hanya menerima pelanggan wanita berjilbab. Padahal, menurut Yuli, salon yang dilelolanya menerima setiap pelanggan wanita dengan konsep perawatannya Islami.

Untuk menarik calon pelanggan, diterapkan pula sejumlah kiat dengan varian yang berbeda-beda. Ini bisa dilakukan dengan memberikan diskon hingga memberikan promo spesial untuk mereka yang sedang berulang tahun.  Demikian juga saat menjelang puasa. Di saat seperti ini, calon pelanggan diberi berbagai tips berdiet. Untuk mahasiswa yang akan diwisuda, IDEA juga menawarkan paket berupa tata rias wisuda.

Yuli berharap suatu kali nanti usahanya akan membesar. Yuli optimistis hal itu  akan terwujud, mengingat salon muslimah IDEA masih menjadi satu-satunya salon dengan konsep Islami di Kota Solo. [SPFM/lia]

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…