Sabtu, 23 Juli 2011 18:33 WIB Tak Berkategori Share :

Porsi kepemilikan bank asing sebaiknya dikurangi

Tangerang [SPFM], Besarnya porsi kepemilikan asing di bank nasional dinilai tidak sehat, karena membahayakan industri perbankan di tanah air, sehingga perlu dilakukan pembatasan. Bank Negara Indonesia (BNI) menyarankan, otoritas regulator perbankan nasional Bank Indonesia untuk melakukan pembatasan kepemilikan saham dari investor asing di Bank-Bank Indonesia.  Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto di Tangerang, Sabtu (23/7), mengatakan prosesnya dapat melalui akuisisi, divestasi atau strategic partnership.

Menurut Ryan, langkah yang harus dilakukan antara lain dengan pencabutan PP Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum, atau dengan melakukan revisi atau amandemen UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Kemudian dengan pengurangan kuota maksimal secara bertahap, dari yang awalnya maksimal 99 persen menjadi 35 persen.  Pembatasan tersebut dilakukan dalam rangka memperbaiki tata kelola perbankan nasional, untuk mencegah timbulnya instabilitas keuangan akibat praktik pelarian dana.[miol/hen]

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…