Sabtu, 23 Juli 2011 17:32 WIB Tak Berkategori Share :

MIM, NII wajah baru yang lebih bahaya

Sukoharjo [SPFM], Wajah baru NII dengan nama Masyarakat Indonesia Membangun MIM dinilai lebih berbahaya dibanding metode yang selama ini digunakan dalam merekrut anggota. Sebab MIM, menggunakan cara yang lebih modern dan militan dengan menyasar organisasi masyarakat, seperti koperasi, lembaga keuangan, hingga yayasan pendidikan. Diungkapkan Mantan pejabat NII 2001-2002 Ken Setiawan di sela Seminar Peran Perguruan Tinggi Agama Islam dalam membentengi pengaruh NII, di STAIN Surakarta Sabtu (23/7), saat ini kepengurusan MIM bahkan sudah mencapai lebih dari 71 ribu orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ken menjelaskan, MIM yang baru terbentuk bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2011 ini pun sudah berhasil merekrut ratusan ribu anggota. Menurut Ken, akar NII akan terus tumbuh, bahkan jika Panji Gumilang berhasil ditangkap. Sebab, saat ini NII tengah mempersiapkan kandidat pengganti Panji Gumilang yakni, anak Panji Gumilang Imam Prawoto.

Untuk itu, sebagai langkah identifikasi dan rehabilitasi korban NII, pihaknya mendirikan NII Crisis Center, sejak tahun 2006.  Diungkapkannya, pihaknya menerapkan pola yang sama seperti modus merekrut NII, yakni dengan cuci otak pemahaman yang baru dan mengisolasi anak tersebut dari lingkungan sekitar. Namun hal itu, juga perlu didukung peran orang tua korban untuk berlaku tegas terhadap anak yang  teridentifikasi doktrin NII. [SPFM/dev]

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…