ilustrasi (dok Solopos) ilustrasi (dok Solopos)
Sabtu, 23 Juli 2011 13:10 WIB Wonogiri Share :

Juknis belum turun, DAK terancam tak terserap maksimal

ilustrasi (dok Solopos)

Wonogiri (Solopos.com)–Petunjuk teknis (Juknis) dana alokasi khusus (DAK) pendidikan tahun 2011 hingga pertengahan Juli ini belum juga turun. Berkaca pada pengalaman tahun lalu, di mana Juknis baru turun pada bulan September, muncul kekhawatiran pelaksanaan DAK tahun ini pun bakal tak terserap maksimal.

Keterangan yang diperoleh Espos, tahun 2011 ini, Wonogiri mendapat gelontoran DAK pendidikan dari pemerintah pusat mencapai Rp 45 miliar. Seperti tahun lalu, dana tersebut digunakan untuk kegiatan konstruksi dan peningkatan mutu pendidikan. Namun karena Juknis pelaksanaan DAK itu belum turun, belum bisa diketahui berapa yang harus dialokasikan untuk konstruksi dan berapa untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Kami masih menunggu turunnya Juknis, sebab tanpa Juknis itu DAK belum bisa dilaksanakan. Kami berharap Juknis itu turun secepatnya, paling tidak Juli ini atau Agustus. Kalau September baru turun seperti tahun lalu, akan sangat merepotkan,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Wonogiri, Soesetijo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/7).

Soesetijo menambahkan jika Juknis itu terlambat seperti tahun lalu, maka pihaknya hanya bisa berharap pada proses lelangnya lancar, sehingga pengerjaan bisa memenuhi deadline. Namun jika lelang tidak lancar, misalnya harus mengulang, maka bukan tidak mungkin kejadiannya akan seperti tahun lalu di mana DAK harus diluncurkan pada tahun berikutnya.

Sebagaimana diinformasikan, akibat Juknis yang baru turun pada September, Disdik harus berkejaran dengan waktu untuk memenuhi tenggat atau deadline. DAK 2010 pun akhirnya tidak terserap maksimal dan pembangunan perpustakaan di lebih dari 90-an SD terpaksa dikerjakan hanya dalam waktu 40 hari. Selanjutnya dari total DAK senilai hampir Rp 40 miliar, masih tersisa sekitar Rp 28 miliar, yang kemudian diluncurkan pada 2011.

Sebagian sisa DAK 2010 itu sudah ada yang dilaksanakan, yakni yang baru saja selesai dilelang, adalah pengadaan alat olahraga, kesenian dan alat peraga SD. Nilainya sekitar Rp 10 miliar.

Untuk DAK pengadaan buku senilai Rp 13,2 miliar, menurut Soesetijo, pelaksanaannya masih menunggu rekomendasi dari pejabat terkait di tingkat provinsi, yakni Dinas Pendidikan Provinsi Jateng. Sisanya untuk pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) SD/SLB senilai Rp 3,8 miliar masih tahap lelang.

“Lelang sudah digelar dan sudah ada enam rekanan yang mengajukan penawaran tapi tidak ada yang lolos. Ada yang dokumen penawarannya tidak sesuai RKS, ada pula yang sampelnya tidak sesuai spesifikasi dalam Juknis,” tandas Soesetijo.

(shs)

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…