ilustrasi (dok Solopos)
Sabtu, 23 Juli 2011 16:00 WIB Boyolali Share :

466 Hektar sawah di Boyolali puso

ilustrasi (dok Solopos)

Boyolali (Solopos.com)–Lahan pertanian seluas 466 hektar  (ha) di Boyolali mengalami puso. Luasan sawah ini dari lahan seluas 43.247 ha dengan luas panen 42.787 ha. Data ini tercatat hingga Juni 2011.

“Luas tanaman padi dengan lahan irigasi teknis pada Juli ini saja, mencapai 3.200 ha, sedangkan yang mengalami puso 42 ha. Lahan tersebut puso akibat serangan wereng,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Boyolali, Wisnu Hermadi kepada wartawan, Jumat (22/7/2011).

Ditambahkan, meskipun produksi gabah di Boyolali mengalami penurunan karena serangan hama wereng namun, stok gabah masih mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Menurutnya, untuk mengatasi hama wereng ini pihaknya sudah melakukan berbagai cara. Di antaranya, meminta seluruh petani di daerah agar mengalihkan tanaman padi dengan palawija.

Ditambahkan, Asisten II Bidang Pembangunan Setda Boyolali, Juwaris menjelaskan, kebutuhan pangan di Boyolali per kapita mencapai 53.9 kilogram per orang, per tahun. Sementara produksi gabah pada periode Januari-Maret 2011 mencapai 130.298 ton gabah kering giling (GKG). “Ini melebihi target yaitu 106.378 ton. Stok pangan untuk jelang puasa aman,” pungkasnya.

(rid)

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…