Ilustrasi (md-t.org)
Jumat, 22 Juli 2011 08:03 WIB Solo Share :

Warga pertanyakan kelanjutan tabloid Solo Berseri

Ilustrasi (md-t.org)

Solo (Solopos.com)–Warga mempertanyakan kelanjutan tabloid Solo Berseri yang hingga saat ini belum juga mereka terima. Selain mempertanyakan kelanjutan hidup tabloid, mereka juga memberikan kritikan atas isi tabloid yang kurang mampu menampung aspirasi masyarakat.

Mereka meminta Pemkot memberi ruang lebih dalam tabloid untuk aspirasi warga Kota Bengawan. Ketua RT 2/RW I Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Mursito, mengaku sudah beberapa bulan ini tidak menerima lagi tabloid Solo Berseri.

”Sudah beberapa bulan ini kami tidak menerima tabloid. Kenapa ya kok berhenti. Apa memang sudah berhenti?” ujarnya, Rabu (20/7/2011).

Sebelumnya, Kepala Diskominfo, Eny Tiyasni Susana, mengatakan anggaran publikasi Pemkot saat ini sangat minim. Mengenai tabloid Solo Berseri, diakui Eny, saat ini memang lebih jarang terbit.

”Tabloid Solo Berseri untuk tahun ini memang hanya enam kali terbit dalam satu tahun. Tahun kemarin tabloid memang terbit 12 kali dalam satu tahun sementara pada 2007 dan 2008, tabloid Solo Berseri bisa terbit 24 kali dalam satu tahun,” ujarnya.

(aps)

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….