ilustrasi (dok Solopos)
Jumat, 22 Juli 2011 20:19 WIB Solo Share :

Warga Panularan diminta waspadai banjir

ilustrasi (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)–Warga Kelurahan Panularan, Laweyan diminta mewaspadai bahaya banjir yang pernah meluap dari Kali Jenes beberapa waktu lalu.

Hal itu mengaca pada cuaca akhir-akhir ini di mana hujan kerap mengintai di malam hari dan berpeluang terjadi banjir. Kasi Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Laweyan, Dodit W menjelaskan salah satu wilayah kelurahan di Kecamata Laweyan, Solo yang rentan diterjang banjir ialah Kelurahan Panularan.

Di kelurahan tersebut, jelas Dodit, terdapat Kali Jenes yang membelah wilayah Kelurahan Panularan. “Dulu tahun 2007, wilayah di sana banjir. Memang air bukan semata karena hujan di Solo, namun limpahan dari hulu di luar Solo,” katanya kepada Espos di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2011).

Menurut Dodit, salah satu penyebab banjir di Kali Jenes bukan karena kondisi sungai yang penuh sampah. Melainkan, karena debit air hujan yang tinggi dan tak seimbang dengan kemampuan sungai menampung air. “Akibatnya, air membludak dan merendam permukiman warga,” paparnya.

Berangkat dari pengalaman itulah, pihaknya yakin bahwa warga telah terlatih menghadapi banjir. Dalam hal ini, warga telah terlatih menyelamatkan diri ketika banjir sewaktu-waktu datang. Di sisi lain, pihaknya juga terus menyosialisasikan program ramah lingkungan dengan nama resapan biopori. “Kalau resapan tanah baik, maka air hujan akan meresap ke tanah. Sehingga, ancaman banjir bisa dikurangi,” paparnya.

(asa)

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…