Ilustrasi kuliner (JIBI/Harian Jogja/Solopos) Ilustrasi kuliner (JIBI/Harian Jogja/Solopos)
Jumat, 22 Juli 2011 15:16 WIB Solo Share :

URHU bandel disikat

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera melayangkan surat edaran ihwal ketentuan jam operasional usaha rekreasi dan dan hiburan umum (URHU) selama bulan Ramadan.

Surat edaran atau pengumuman itu berisi ketentuan pengelola URHU harus menutup penuh usaha mereka pada tujuh hari awal dan akhir Ramadan. Selain itu jam operasional URHU juga dibatasi hanya boleh pada pukul 21.00 WIB/22.00 WIB hingga 01.00 WIB/02.00 WIB.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Disbudpar Kota Solo, Purnomo Subagyo saat ditemui wartawan, Jumat (22/7/2011) di kompleks Balaikota. “Lebih kurang sama dengan ketentuan tahun lalu, tinggal sosialisasi saja kepada pengelola URHU,” katanya.

Untuk kepastian detail isi edaran menurut Purnomo akan disampaikan dalam pertemuan dengan para pelaku URHU Rabu (27/7/2011) pekan depan. Pemkot sendiri telah mempunyai data URHU di Kota Bengawan di antaranya dua diskotek, tujuh pub, lima kafe, dua bisokop, 10 tempat karaoke, sembilan tempat biliar, satu tempat bowling, 14 tempat permainan ketangkasan/game, serta THR Sriwedari.

Saat ini jumlah URHU di Solo telah mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. “Untuk jumlahnya memang naik, tapi angkanya saya tidak tahu persis,” imbuhnya.

Purnomo menerangkan Pemkot Solo membentuk tim pembinaan dan pengawasan bidang URHU berdasar Perda No 4/2002 tentang URHU. Penutupan total URHU selama Ramadan tidak dilakukan dengan pertimbangan kelangsungan pendapatan pelaku URHU.

Bukan hanya URHU, untuk warung/tempat makan, menurut Purnomo juga diminta tidak beroperasi terlalu terbuka/vulgar. Melainkan harus menutup sebagian etalase dan menu makanan selama bulan puasa. Kebijakan itu hampir sama dengan Ramadan tahun lalu dimana Pemkot Solo tidak menutup tempat URHU kendati muncul desakan dari Ormas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

(kur)

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Utang sebagai Investasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (20/7/2017). Esai ini karya Tasroh, aktivis Banyumas Policy Watch dan alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Alamat e-mail penulis adalah tasroh@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat ini utang pemerintah tercatat Rp3.672,33 triliun. Perinciannya adalah status…