ilustrasi (dok Solopos) ilustrasi (dok Solopos)
Jumat, 22 Juli 2011 21:19 WIB Issue Share :

Ketoprak Balekambang gelar Ronggo Lawe Gugur

ilustrasi (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)--Ketoprak Balekambang Solo akan menggelar Pagelaran Ketoprak Gabungan Balekambang bertajuk Ronggo Lawe Gugur, di Gedung Balekambang, Solo, Sabtu (23/7/2011) malam.

Lakon itu berkisah pada masa setelah Kebo Marcuet dibunuh Senopati Majapahit, Joko Umbaran, ternyata memunculkan masalah baru di kerajaan Majapahit. Banyak rakyat resah dan meninggal karena kekurangan pangan. Joko Umbaran, yang setelah menjabat Bupati Blambangan menambah nama menjadi Minak Jinggo, berperangai kasar. Ia juga menuntut Raja Majapahit, Prabuwijoyo, yang pernah menjanjikan pernikahan antara Minak Jinggo dengan putrinya. Sayang, Dyah Kencono Wungu tak bersedia dinikahi, hingga timbul peperangan.

“Prabuwijoyo meminta bantuan bupati Tuban, Ronggo Lawe. Namun peperangan itu menimbulkan banyak korban, di antaranya pusaka payung tunggul nogo yang terbakar. Ronggo Lawe pun ikut gugur,” ungkap Ketua Ketoprak Balekambang Solo, Ronggo Sukasdi, seperti dalam rilis yang diterima Espos baru-baru ini.

(m97/*)

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…