ilustrasi (dok Solopos) ilustrasi (dok Solopos)
Jumat, 22 Juli 2011 16:38 WIB Boyolali Share :

Jelang puasa, pengawasan penyembelihan sapi ditingkatkan

ilustrasi (dok Solopos)

Boyolali (Solopos.com)--Jelang kedatangan bulan Ramadan atau puasa, Pemkab Boyolali terus meningkatkan pengawasan terhadap penyembelihan sapi. Langkah ini  dilakukan untuk menghindari merebaknya distribusi penjualan daging glonggongan.

“Setiap tahun rutin kami lakukan pengawasan. Terutama menjelang saat-saat puasa dan lebaran. Peredaran daging sapi kita pantau,” Asisten II Sekda, Juwaris kepada wartawan, Jumat (22/7).

Ditambahkan, pengawasan dilakukan instansi terkait seperti Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) dan jajaran Polres Boyolali. Hal ini dilakukan untuk menjamin pasokan daging yang dijual pasaran terbebas dari daging glonggongan.

Tindakan ini sekaligus untuk menepis anggapan Pemkab Boyolali sebagai daerah pemasok daging tak sehat tersebut. “Jika ada daging glonggongan di luar daerah pasti dikaitkan dengan Boyolali. Padahal di daerah kami daging sapi dapat dipastikan layak untuk  dikonsumsi,” terangnya.

Pihaknya pun telah menyosialisasikan hal ini kepada para jagal dan penjual daging.  Diharapkan, para jagal hanya menyembelih sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) milik Pemkab Boyolali yang berada Ampel. Pemkab pun memastikan sapi yang disembelih di RPH Ampel aman. Selain itu, dagingnya juga aman dikonsumsi warga. Sebab, semua sapi yang masuk ke RPH telah diperiksa dokter hewan secara intensif.

(rid)

lowongan kerja
lowongan kerja PT.TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…