Jumat, 22 Juli 2011 18:18 WIB Tak Berkategori Share :

HTI
program pemerintah untuk anak-anak belum merata

Solo [SPFM], Sekitar 200 wanita dan anak-anak yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jum’at (22/7) menggelar aksi di Bundaran Gladag, untuk memperingati Hari Anak Nasional. Dalam aksi tersebut mereka menyatakan, Hari Anak Nasional sebagai momen untuk menjadikan anak-anak Indonesia yang mayoritas adalah anak-anak kaum Muslim, untuk menjadi anak-anak yang sehat, kreatif, dan berakhlak mulia, dengan menyegerakan terwujudnya penerapan syariah dalam institusi Khilafah Islamiyah. Koordinator aksi Nawang Ratri mengatakan, program-program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak belum dirasakan secara merata oleh anak-anak di Indonesia.

Nawang Ratri mengatakan, berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekitar 13 juta anak Indonesia usia SD hingga SMP terancam putus sekolah. Sementara itu, meskipun di Kota Solo telah ada beberapa program yang diperuntukkan bagi anak, namun masih ada anak-anak yang belum terpenuhi haknya. [SPFM/tna]

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…