Dinsosnakertrans Solo survei pekerja anak

Solo (Solopos.com)–Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Solo mulai mensurvei keberadaan pekerja anak menyusul kekhawatiran banyaknya pekerja anak yang belum masuk dalam hasil pendataan 2010.

Sebagai informasi, jumlah pekerja anak di Kota Bengawan pada 2010 lalu sebanyak 85 orang anak. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinsosnakertrans, Singgih Yudoko yang diwakili Kabid Pengawasan, Norma Kerja, Keselamatan dan Kesehatan, Amiruddin AH, Jumat (22/7/2011).

“Kami memang sudah melakukan pendataan mengenai pekerja anak pada 2010 lalu. Pendataan itu tidak kami lakukan sendiri melainkan dengan melibatkan LSM dan UNS,” jelasnya.

Setelah sinkronisasi, didapat jumlah pekerja anak mencapai 85 orang. Sesuai standar internasional yang dimaksud dengan anak adalah mereka yang berusia 0-18 tahun. Anak-anak tersebut menurut Amiruddin, kesemuanya bekerja di sektor informal. Lima orang di antaranya bekerja di bidang terburuk yakni menjajakan dirinya alias menjadi pekerja seks komersil (PSK).

Mengacu kepada hasil pendataan, Amiruddin menambahkan Dinsosnakertrans sudah memberikan bantuan berupa modal kepada para orangtua. Dengan diberikannya bantuan modal kepada para orangtua pihaknya berharap anak-anak itu bisa kembali ke bangku sekolah. “Kenyataan yang kami temui, yang dihadapi pekerja anak adalah kemiskinan. Jadi mereka tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Nah dengan pemberdayaan para orang tua kami harap anak-anak bisa melanjutkan pendidikannya,” ujar dia.

Masih terkait keberadaan pekerja anak, Amiruddin menambahkan, pada tahun ini pihaknya sudah menganggarkan bantuan modal dan pelatihan kepada 90 orang. “Sasaran kami untuk tahun ini adalah orangtua sebagai prioritas serta anak-anak. Namun untuk data acuan, kami tidak akan lagi menggunakan data 2010 melainkan data terbaru.” Ikhwal data terbaru, diakui Amiruddin saat ini belum tersusun karena proses survei masih berjalan.

(aps)

Editor: | dalam: Solo |
Menarik Juga »