Jumat, 22 Juli 2011 15:33 WIB Pendidikan Share :

101 Ijazah SMK/SMK di Solo rusak

Solo (Solopos.com)–Sebanyak 101 ijazah SMA/SMK dinyatakan rusak oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo. Pasalnya, terdapat kesalahan dalam penulisan ijazah tersebut akibat kurang teliti.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah melalui salah satu staf Bidang Menengah Disdikpora Solo, Sri Pratiwi, mengungkapkan ijazah yang rusak terdiri atas 63 ijazah SMK dan 38 ijazah SMA. Ijazah SMK yang rusak berasal dari sembilan SMK dan 10 SMA. “Ijazah yang salah penulisannya, paling banyak berasal dari SMKN 1 Solo sebanyak 39 ijazah dan di SMAN 1 Solo sebanyak 14 ijazah,” jelasnya sata ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/7/2011).

Beberapa jenis kesalahan penulisan yang terjadi, ungkapnya, antara lain salah penulisan nama siswa ataupun orangtua, penulisan nilai yang salah kolom dan lainnya.  Terjadinya kesalahan itu, ujarnya, baru diketahui setelah diadakan pengecekan. Bahkan ada yang baru diketahui ketika ijazah sudah dibagikan kepada siswa.

“Karena salah, ijazah dikembalikan ke sekolah. Lalu sekolah mebuat berita acara tentang kesalahan penulisan ijazah itu untuk dilaporkan ke Disdikpora. Dari Disdikpora baru dilaporkan ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah,” ungkapnya.

Padahal, katanya, di setiap sekolah sebenarnya telah diberikan blanko ijazah cadangan sebanyak 5 persen dari jumlah total ijazah. Namun karena ijazah yang salah penulisannya lebih banyak, ijazah cadangan tidak memenuhi. “Hari ini, Pak Djinto sedang ke Semarang untuk mengambil blanko ijazah penggantinya,” ujarnya.

(ewt)

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…