Kamis, 21 Juli 2011 12:46 WIB Sragen Share :

Warga Brangkal ikuti pelatihan bikin ampyang

Sragen (Solopos.com)–Sekitar 25 warga Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, mengikuti pelatihan pembuatan ampyang, jahe instan dan telur asin di Balaidesa setempat, Selasa-Rabu (19-20/7/2011).

Kegiatan yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen ini menyasar ibu-ibu rumah tangga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Kepala Disnakertrans, Arief Zaenal, kepada Espos, Rabu (20/7/2011), mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Dia berharap dengan pembekalan keterampilan khusus, warga setempat mampu menciptakan wirausaha-wirausaha baru.

“Di samping pelatihan, kami juga memberi bantuan peralatan sebagai modal usaha. Kami harap warga bis mengembangkan potensi usahanya,” ujar dia.

Lurah Brangkal, Ondel Sumarno, saat ditemui Espos, menuturkan usaha pembuatan ampyang, jahe instan dan telur asin dianggap cukup prospektif di masa depan. Selain itu, imbuhnya, bahan bakunya tergolong mudah didapatkan.

“Selama ini belum ada warga yang benar-benar memaksimalkan potensi itu. Semoga pelatihan ini bisa membuka wawasan warga untuk berwirausaha,” tandasnya.

(m99)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…