Ilustrasi
Kamis, 21 Juli 2011 17:58 WIB Pendidikan Share :

Tiga program keahlian SMK tak layak diakreditasi

Ilustrasi

Solo (Solopos.com)–Tiga program keahlian di tiga SMK di Solo tak layak diakreditasi tahun ini. Ketiganya adalah program keahlian Seni Teater di SMKN 8, Otomotif di SMK Cokroaminoto 3 dan Penjualan di SMK Tunas Pembangunan 1 Solo.

Staf Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Solo, Mardiraharjo, mengungkapkan program keahlian Seni Teater SMKN 8 Solo tidak layak diakreditasi karena setelah tiga tahun didirikan, mereka tidak memiliki siswa kelas XI. Artinya saat ini hanya ada siswa kelas X dan XII.

“Padahal salah satu syarat mengikuti akreditasi, jumlah siswa setiap angkatan minimal 20 orang,” jelasnya saat ditemui wartawan di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Kamis (21//2011).

Program keahlian Otomotif di SMK Cokroaminoto 3 dan program keahlian Penjualan di SMK Tunas Pembangunan 1 Solo, terangnya, sebenarnya harus diakreditasi tahun 2010. Tapi saat itu kedua program ini juga belum bisa diakreditasi, sehingga diundur tahun ini.

Tahun ini, terangnya, ada 10 SMK dan 13 SMA di Solo yang akan diakreditasi. Jenjang SMK meliputi SMKN 3, SMKN 9, SMK Santo Paulus, SMK Muhammadiyah 4, SMK Tekno SA, SMK Batik 1, SMK Murni 1, SMK Kristen 1, SMK warga dan SMK Marganingsih.

Sementara SMA yang akan diakreditasi adalah SMA Kristen Pelita Nusantara, SMAN 5, SMAN 7, SMA Al Islam 1, SMA Islam 1, SMA Muhammadiyah 6, SMA Regina Pacis, SMA Santo Paulus, SMA Tri Pusaka, SMA Tunas Pembangunan 1, SMA Warga, SMA Widya Bhakti, SMA Yosodipuro.

(ewt)

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…