Kamis, 21 Juli 2011 15:01 WIB Tak Berkategori Share :

Saan Mustofa yakin Nasir masih di Jakarta

Jakarta [SPFM], Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Saan Mustopa, memastikan Muhammad Nasir masih berada di Jakarta. Namun, ia tidak mengetahui secara persis dimana posisi sepupu Muhammad Nazaruddin yang sudah dicekal Kementerian Hukum dan Asasi Manusia itu berada. Saan sebelum rapat paripurna di gedung DPR, Kamis (21/7) mengatakan, partai baru mengetahui kabar pencekalan Nasir dari media massa. Karenanya, partai akan segera meminta penjelasan dari anggota Komisi Hukum DPR itu soal pencekalan yang diberlakukan terhadapnya.

Kementerian Hukum dan HAM melarang Nasir bepergian ke luar negeri sejak Senin lalu. Pencegahan dan penangkalan (cekal) atas kerabat bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin itu diberlakukan atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Nasir menjadi sorotan karena namanya tercantum dalam akta sejumlah perusahaan yang ia dirikan bersama Nazar, antara lain di PT Anak Negeri, PT Anugrah Nusantara, PT Mahkota Negara, dan PT Mega Niaga. Seperti halnya Nazar, Nasir pernah tercatat sebagai pemilik modal dan pengurus perusahaan itu. Belakangan terungkap bahwa perusahaan yang terkait dengan Nazar-Nasir memenangi tender bernilai hingga triliunan rupiah, antara lain di Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sejak namanya terseret-seret kasus tender tak wajar itu, Nasir jarang terlihat di gedung DPR. Dia berulang kali absen, baik dari rapat komisi maupun rapat paripurna DPR. Empat nomor telepon seluler miliknya  sulit dihubungi. Jika pada Selasa lalu Nasir titip absen dalam rapat paripurna DPR, dalam rapat paripurna hari ini tanda tangannya tidak tercantum dalam daftar hadir Fraksi Partai Demokrat. Tanda tangan legislator dengan nomor anggota 436 dan nomor urut absen 24 itu tidak muncul dalam daftar hadir. [tempo/lia]

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…