Kamis, 21 Juli 2011 21:17 WIB Tak Berkategori Share :

Paspor satu arah, cara RI basmi trafficking

Jakarta [SPFM], Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan menerapkan paspor satu arah terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja ke luar negeri. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya TKI asal Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri. Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat, Kamis (21/7) mengatakan kebijakan paspor satu arah dilakukan dengan menggandeng Kementerian Hukum dan Ham RI, sebagai pihak yang mengeluarkan paspor. Selanjutnya, dua lembaga pemerintah itu akan sama-sama mengawasi sistem dan mekanisme kerja masing-masing.

Jumhur menyebutkan, bahwa perdagangan manusia atau trafficking merupakan persoalan besar yang dihadapi Indonesia. Pasalnya, praktek tersebut tidak diketahui oleh pemerintah RI. BNP2TKI mencatat di Yordania terdapat sekitar 35 ribu orang TKI ilegal, dan Suriah sekitar 80 ribu orang. Kedua negara ini adalah terbanyak yang melakukan praktek trafficking terhadap TKI. Praktek tersebut berjalan secara profesional, dan rapi demi mencari keuntungan dari TKI. Biasanya dilakukan oleh sindikat atau agen di luar negeri. Hal semacam itu, kata Jumhur, banyak terjadi di Jordania, Syiria, Oman dan negara yang membutuhkan tenaga kerja. Dengan paspor satu arah, TKI hanya dapat pergi ke negara yang dituju, tidak bisa kemana-mana lagi. Jumhur optimis, pemberlakuan cara ini akan efektif untuk meminimalisir terjadinya TKI trafficking. [vivanews/lia]

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…