Pemusnahan Obat (Dok. SOLOPOS)
Kamis, 21 Juli 2011 19:42 WIB Sukoharjo Share :

Lagi, obat senilai Rp 204 juta dimusnahkan

Pemusnahan Obat (Dok. SOLOPOS)

Sukoharjo (Solopos.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo memusnahkan sejumlah obat, Kamis (21/7/2011) pagi, di pekarangan Puskesmas Begajah. Pengadaan obat mulai mengacu sistem buttom-up.

Mekanisme itu memungkinkan petugas mengusulkan obat sesuai kebutuhan di lapangan. “23 Item obat yang dimusnahkan ini merupakan produk 2005. Masalahnya, dulu pengadaan langsung di-dropping dari provinsi maupun pusat, yakni program buffer stock. Nilainya saat itu Rp 204 juta,” kata Kepala DKK Sukoharjo, Guntur Subiyanto kepada wartawan di sela-sela kegiatan itu.

Namun melalui mekanisme baru dalam pengadaan, kata Guntur, daerah bisa menolak atau meminta pasokan obat diganti sesuai kebutuhan oleh daerah melalui program buffer stock tadi.

Dia menyebut beberapa obat yang dimusnahkan itu merupakan stok produksi 2005 namun baru dikirim ke daerah tahun lalu. Guntur menjelaskan pemusnahan itu berdasarkan SK Sekda 028.1.4834/2011 mengenai penghapusan barang milik daerah. Pemusnahan itu rencananya berlangsung selama enam hari ke depan.

(ovi)

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….